Home Palu

Februari, SMAN 2 Palu Gelar Gladi Bersih Persiapan UNBK

395
Eddy Siswanto. (Foto: Metrosulawesi/ Moh Fadel)

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala SMA Negeri 2 Palu, Eddy Siswanto, mengatakan, untuk persiapan menghadapi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tahun 2020, pihaknya stelah memberikan penguatan-penguatan khusus, diantaranya memberikan materi-materi yang diujiankan dalam UN.

“Penguatan-penguatan itu dalam bentuk pembahasan soal yang memang mengacu pada soal-soal latihan model lalu. Kemudian kita juga harus siap menghadapi gladi bersih (simulasi terakhir) yang digelar Februari. Gladi bersih itu sangat menentukan anak-anak kita untuk bisa mahir menjawab soal-soal dengan menggunakan komputer,” jelas Eddy, di ruang kerjanya, Kamis, 16 Januari 2020.

Olehnya itu, kata Eddy, meskipun gladi bersih UNBK pada Februari itu hanya simulasi, tetapi harus diikuti oleh para siswa. Sebab gladi itu sudah seperti ujian nasional yang sebenarnya, sehingga dengan mental siswa akan menjadi lebih baik saat UNBK sesungguhnya.      

“Kami juga sudah mengimbau peserta didik, khususnya kelas 3, untuk melakukan persiapan dengan baik. Kami telah tegaskan, gladi bersih itu tidak ada yang tidak ikut, semua harus ikut. Karena gladi bersih ini menjadi potakan bagi anak didik kita untuk bisa menjawab saat UNBK nanti,” ujarnya.

Eddy mengatakan, belum lama ini sekolahnya telah mendapatkan bantuan dari pemerintah daerah berupa komputer 45 unit.

“Jadi sarana komputer dipastikan aman untuk UNBK tahun ini, karena sesuai harapan, sebanyak 126 komputer. Bahkan kebiasaan seperti tahun lalu, kami bekerjasama dengan SMK yang terdekat, seperti SMKN 3 Palu dan SMKN 1 Palu, semoga kerjasama ini dapat terus terjalin. Selain komputer UNBK, kami juga mendapatkan bantuan server sebanyak 4 unit, sehingga empat ruangan yang kita gunakan. Menurut saya sarana itu sudah memadai untuk pelaksanaan UNBK tahun ini,” katanya.

Eddy berharap, UNBK tahun ini akan lebih baik dari tahun sebelumnya, sebab strategi-strategi  yang dibuatnya seperti pengalaman tahun lalu.

“Soal-soal yang diujiankan sebenarnya tidak jauh berbeda, hanya saja memang perlu penguatan pada peserta didik, sebab utamanya adalah mental dalam menjawab, serta tidak terpengaruh dengan kondisi di luar,” jelasnya.

“Waktu yang tersisa kurang lebih dua bulan lagi dalam menghadapi UNBK kami manfaatkan untuk mengkaji soal-soal yang diujian nasionalkan. Olehnya itu para guru mata pelajaran sudah menyiapkan materi khusus untuk dikaji atau dibahas oleh peserta didik,” ujarnya.

Selain itu, Eddy berharap, ada kerjasama yang terjalin antara sekolah dengan orang tua, sebab jika siswa sudah berada diluar sekolah, tentunya menjadi tanggungjawab orang tua. Maka dari itu, diharapkan orang tua memberikan ruang kepada anaknya untuk belajar, membatasi ruang gerak anak terhadap hal-hal yang tidak diinginkan.

Reporter: Moh Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas