PADAMKAN API - Petugas Pemdam Kebakaran Kota Palu saat berusaha melakukan pemadaman api di sisa-sisa bangunan kos-kosan yang ludes terbakar, Kamis, 16 Januari 2020. (Foto : Metrosulawesi/ Djunaedi)

Palu, Metrosulawesi.id – Warga seputaran Jalan Sungai Wera, Kelurahan Ujuna, Kecamatan Palu barat, Kota Palu, sekitar pukul 07.15 wita, Kamis, 16 Januari 2020, dikejutkan dengan suara ledakan yang disertai dengan kepulan asap dari Komplek kos-kosan milik H. Beddu (83).

Informasi yang diperoleh dilokasi kejadian, ledakan tersebut berasal dari tabung gas di salah satu petak kos-kosan yag ditinggali oleh Asna, yang saat itu penghuni kos-kosan sedang keluar mengantar anaknya ke sekolah.

“Saya mengetahui Ibu Asna, sedang memasak nasi, dan meninggalkan kamar kosnya untuk mengantarkan anaknya ke sekolah, dan tiba tiba saya melihat asap dari petak kosnya, dan beberapa saat api langsung besar dan diikuti dengan suara ledakan,” ucap seorang penghuni kos-kosan kepada petugas kepolisan di lokasi kebakaran.

Warga yang berada di sekitar lokasi berusaha memadamkan api dengan menggunakan alat sederhana, namum dikarenakan bangunan kos-kosan yang terbuat dari kayu, api dengan cepat mengahnguskan empat petak kosa-kosan tersebut.

Petugas Pemadam Kebakaran Kota Palu yang tiba di lokasi kejadian, sedikit terhambat dikarenakan lokasi kebakaran berada di wilayah padat penduduk dengan akses jalan yang sempit, ditambah lagi warga yang berkumpul untuk melihat langsung kebakaran itu.

Saat petugas pemadam tiba dengan mengerahkan enam unit Damkar, beberapa rumah yang ada di sekitar kos-kosan tersebut sementara dilalap si jago merah, beruntung petugas pemadam kebakarn dengan cepat mengantisipasi meluasnya kebakaran.

Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran itu, hanya saja, empat petak kos-kosan ludes terbakar. Dua rumah hampir terbakar, serta lima unit kendaraan roda dua milik penghuni kos-kosan hangus terbakar.

Kapolres Palu, AKBP Moch.Sholeh, saat dikonfirmasi membenarkan kejadian itu. Hingga saat ini, pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait penyebab kebakaran.

“Dugaan sementara kebakaran itu diakibatkan adanya kebocoran tabung gas, saat penghuni kos-kosan sedang memasak. Tidak ada korban jiwa, dan kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta,” ucapnya.

AKBP Moch Sholeh mengimbau kepada warga Kota Palu untuk selalu berhati-hati dalam beraktifitas.

“Bila hendak meninggalkan rumah, harapkan kompor dicek kembali, agar musibah kebakaran tidak terjadi,” tegasnya.

Reporter: Djunaedi
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas