Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Tengah M Abdul Majid Ikram saat membuka Sosialisasi Prosedur Pengajuan PIRT dan Sertfikasi Halal Produk UMKM di Swissbel Hotel, Kota Palu, Kamis (16/1/2020). (Foto: Metrosulawesi/ Pataruddin)

Palu, Metrosulawesi.id – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Tengah mendorong sektor UMKM untuk melakukan sertifikasi halal atas produknya. Hal itu penting agar produk UMKM dapat bersaing di pasar global.

Hal itu dikatakan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Tengah M Abdul Majid Ikram saat membuka Sosialisasi Prosedur Pengajuan PIRT dan Sertifikasi Halal Produk UMKM, Kamis (16/1/2020) di Swissbel Hotel, Kota Palu.

Menurut Abdul Majid, dengan adanya sertifikat halal, maka produk UMKM itu akan dapat bersaing di pasar global melalui e-commerce atau Go Digital.

Kata Majid lagi, seritikasi halal produk UMKM saat ini bukan hanya bagi Muslim, tetapi agama non-Muslim pun lebih cenderung memilih produk halal.

“BI tidak main-main dalam mendorong proses halal produk UMKM. Dengan sertifikasi halal itu sebagai kepastian layak tidaknya sebuah produk untuk dikonsumsi. Karena proses sertifikasi itu bukan hanya pada bahan makanan tetapi proses dan sebagainya yang ikut dinilai,” ujar Madjid Ikram.

Ketua Tangan Di Atas (TDA) Kota Palu Bahar Sadiki mengatakan saat ini ada 450 pelaku usaha yang tergabung dalam TDA. Dominan dari mereka menghasilkan produk kuliner sehingga sangat penting untuk memiliki serifikasi halal atas produk yang dihasilkan.

“Saya berharap proses ini tidak hanya habis di proses sosialisasi saja,” kata Bahar.

Ketua Satgas Layanan Sertifikasi Halal Sofyan Arsyad mengatakan darfi tahun 2010 sampai 2017, produk bersertifikat halal di Sulawesi Tengah sebanyak 228 produk yang diproduksi oleh 6.779 IKM dan 708.719 UMKM.

Menurut Sofyan Arsyad, perlunya label halal untuk menjamin bahwa bahan baku dan proses produksinya telah sesuai syariat dan tidak mengandung bahan diharamkan/membahayakan.

“Titik kritis yakni tempat yang memungkinkan masuknya bahan haram atau najis ke dalam prosuk yakni pada bahan, proses produksi, penyimpanan hingga pengangkutan,” ujar Sofyan.

Reporter: Pataruddin

Ayo tulis komentar cerdas