Home Sulteng

Dinas Kelautan Buat Teknik Menyiapkan Pakan Ikan Yang Hemat Ongkos

201
Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan, B. Elim Somba meninjau percontohan pembudidayaan teknik Bioflok di Huntara NU di Kelurahan Tawanjuka, Rabu, 15 Januari 2020. (Foto: Humas Pemprov)

Palu, Metrosulawesi.id – Kabar baik bagi pembudidaya ikan nila dan ikan lele untuk mendapatkan pakan. Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulteng telah membuat gebrakan dalam menyiapkan pakan ikan nila dan ikan lele, yakni melalui teknik Bioflok.

Kolam percontohan pembudidayaan teknik Bioflok dibangun di pekarangan warga yang mendiami Huntara NU di Kelurahan Tawanjuka. Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Dr. Ir. B. Elim Somba, M.Sc meninjau kolam Bioflok tersebut, Rabu, 15 Januari 2020.

Kadis Perikanan dan Kelautan Moh. Arif Latjuba SE, M.Si, menjelaskan, inti dari Tekni Bioflok adalah pemanfaatan bakteri pembentuk flok atau gumpalan sebagai pakan ikan untuk menghemat ongkos.

Di samping mampu menekan ongkos pakan, kelebihan teknik ini memungkinkan peternak memanen dalam jangka waktu hanya 4 bulan atau setahun bisa 3 kali panen.

Kelebihan lain yaitu air buangan kolam dapat dipakai sebagai pupuk organik bila disalurkan ke tanaman karena kaya kandungan amoniak hasil penguraian kotoran ikan dan bakteri.

Asisten Bunga Elim Somba mengapresiasi gebrakan Dinas Kelautan dan Perikanan Sulteng tersebut. Dia menilai teknik ini sangat cocok diterapkan di lahan yang sempit seperti di pekarangan huntara yang dibuat percontohan oleh dinas.

“Hal ini sangat berarti karena masyarakat diarahkan ke pemberdayaan ekonomi supaya pikirannya tidak kemana-mana,” kata Asisten.

Asisten juga menyebutkan gebrakan itu sebagai konsep smart farming, yang jika kemudian sukses dapat dipadukan dengan pertanian.

Karena itu Elim berpesan supaya Dinas KKelautan dan Perikanan segera membuat proses bisnis teknik bioflok melihat peluang ekonominya. (*)

Reporter: Syahril Hantono
Editor: Udin salim

Ayo tulis komentar cerdas