POTENSI WISATA - Ini kawasan laut Pulau Mori di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah. Pulau ini memiliki pemandangan alam yang indah, serta hamparan laut yang lingkungannya masih terjaga. (Foto: Ist)

Jakarta, Metrosulawesi.id – Putra Mahkota Abu Dhabi Sheikh Mohamed Bin Zayed (MBZ) menyatakan keinginannya untuk berinvestasi di sebuah pulau di Indonesia. Keinginan tersebut disampaikan dalam kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama rombongan menteri ke Uni Emirat Arab (UEA).

Mendengar keinginan MBZ tersebut, Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengaku menawarkan Pulau Mori di Sulawesi Tengah.

“Tadi, Crown Prince minta dicarikan satu pulau yang udaranya agak dingin. Pantainya bagus. Ia betul-betul mau investasi di situ, tadi kami tawarkan Tanah Mori untuk masuk ke arah itu nanti dipersiapkan,” ujarnya, seperti dilansir Antara, Senin 13 Januari 2020.

Tanah Mori merupakan suatu wilayah di Morowali, Sulawesi Tengah, yang masih sangat alami. Tanah Mori dinilai sesuai dengan keinginan Putra Mahkota MBZ untuk investasi pariwisata.

Oleh karena itu, dalam waktu dekat, kata Luhut, akan ditindaklanjuti dengan persiapan untuk menjadikan wilayah itu ramah bagi investasi, termasuk untuk UEA.

Luhut mengatakan Putra Mahkota MBZ menyampaikan keinginannya untuk banyak terlibat dalam berbagai macam investasi di Indonesia.

Dari perspektif investasi, UEA juga mendorong Indonesia untuk melakukan pembahasan intensif dalam rangka pembentukan Indonesia Sovereign Wealth Fund (SWF) atau dana abadi.

Sebelumnya, Jokowi menyebut telah menandatangani lima perjanjian dengan UEA. Perjanjian itu, antara lain terkait keagamaan, pendidikan, pertanian, kesehatan, dan penanggulangan terorisme.

Selain itu, disepakati juga 11 perjanjian investasi bernilai US$22,8 miliar atau Rp314,9 triliun di bidang energi, migas, petrokimia, pelabuhan, telekomunikasi, dan riset. (ant)

Bagus, tapi Jangan Seperti di Togean

Rahmidar. (Foto: Metrosulawesi/ Tahmil Burhanuddin)

Dinas Pariwisata Sulawesi Tengah menanggapi positif tawaran yang diberikan Pemerintah Indonesia itu ke Putra Mahkota Abu Dhabi Sheikh Mohamed Bin Zayed (MBZ). Masuknya investor asing di bidang pariwisata disebut bisa memicu meningkatnya sektor wisata sebuah daerah.

Kepala Bidang Pengembangan Wisata Dinas Pariwisata Sulawesi Tengah, Rahmidar menyebut, jika rencana itu benar-benar terealisasi maka harus ada perjanjian kerja sama yang jelas dan tidak merugikan Pemerintah Indonesia. Dia berharap agar wilayah tersebut nantinya tidak menjadi wilayah eksklusif yang justru mempersulit masyarakat lokal dan pemerintah setempat.

“Menurut saya ini kabar baik. Salah satu yang membuat kita cepat maju adalah masuknya investor. Tapi kita tanda kutip model investornya bagaimana. Jangan sampai kejadian seperti di Togean, mereka berinvest, dan sepertinya terlalu eksklusif,” ungkap Rahmidar saat ditemui di ruangannya, Senin 13 Januari 2020.

“Harus ada regulasi yang jelas, kalau memang mau investasi pribadi boleh, tapi tidak boleh lepas dari (aturan) pemerintah,” tandasnya.

Kata dia, Tanah Mori yang dimaksud kemungkinan berada di wilayah Teluk Tomori, Kabupaten Morowali Utara. Di daerah tersebut memang terdapat sejumlah pulau dengan potensi wisatanya yang menarik. Sedikitnya ada 15 daya tarik wisata yang telah dikembangkan di kabupaten tersebut.

Belasan daya tarik wisata itu terdiri dari wisata alam, buatan dan wisatabudaya. Jenis-jenis wisata tersebut yakni, wisata alam Batu Payung. Spot wisata ini merupakan batu besar berbentuk payung yang berdiri dengan kokoh di tengah laut. Lokasinya berada di Teluk Tomori, Kolonodale.

Kemudian Cagar Alam Morowali, yang merupakan cagar alam suaka margasatwa serta kawasan konservasi flora dan fauna yang langka, seperti anoa, babi rusa, monyet sulawesi dan masih banyak lagi.

Kemudian ada Permandian Panapa, Pulau Pengia, Pulau Rumbia, dan Teluk Tomori.

Sementara destinasi wisata buatan yakni, Perkebunan Kelapa sawit, Permandian Korowalelo dan Permandian Lambolo.

Untuk destinasi wisata budaya yakni, Istana Raja Mori, Kuburan Raja Mori, Masyarakat Adat To Wana, Situs Batu Putih, Situs Rumah Raja Mori dan Situs Tebing Toppogulu.

Semua destinasi wisata itu bisa dijumpai di Kabupaten Morowali Utara. Penyebutan Tanah Mori sendiri cenderung digunakan untuk wilayah tersebut, sehingga pihak Dinas Pariwisata Sulawesi Tengah memperkirakan pulau yang ditawarkan oleh Pemerintah Indonesia kepada Putra Mahkota UAE berada di wilayah itu. (mil)

Reporter: Tahmil Burhanuddin
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas