Rasmudasati Damsjik SH MH. (Foto: Metrosulawesi/ Firman Badjoki)

Palu, Metrosulawesi.idd– Jaksa Penuntut Umum (JPU) terkesan menutupi sidang perkara informasi dan transaksi elektronik, yang melibatkan terdakwa Sugi Nur Raharja alias Gus Nur. Pasalnya, pemeriksaan saksi ahli ITE yang didatangkan dari Jakarta ke Pengadilan Negeri (PN) Palu Jalan Samratulangi, Selasa, 14 Januari 2020, ditutupi JPU ke media.

JPU, Rasmudasati Damsjik SH MH, saat dikonfirmasi Metrosulawesi usai sidang pelanggaran UU ITE terdakwa Gus Nur mengatakan, dirinya sama sekali tidak mengetahui status pemeriksaan ahli ini.

“Saya juga tidak mengetahui pak tentang saksi ahli ini, karena kami tidak diberitahu kuasa hukumnya (PH),” ungkapnya.

Disinggung terkait asal lembaga dari ahli yang didatangkan dipersidangan itu, JPU Rasmudasati, juga tidak mengetahui lembaga dari ahli tersebut.

“Terus terang pak, saya juga tidak mengetahui dari lembaga mana,” tegasnya.

Sekadar diketahui, dalam dakwaan yang dibacakan JPU, Rasmudasati Damsjik, menguraikan bahwa pimpinan pondok Pesantren Tahfidz Quran dan Majelis Dzikir Karomah 13 Kota Palu, Gus Nur, tidak senang atas video yang pernah ditontonnya tentang Ustad Felix yang sedang melakukan pengajian lalu dibubarkan pihak Banser pada 4 November 2017. Menyikapi video tersebut lantas terdakwa Gus Nur menyuruh anaknya bernama Muhammad Munjiat untuk mengambil kamera digital merek Canon lalu membuat video rekaman atas dirinya dengan judul Ustad Felix dibubarkan banser firaun masa kini.

Reporter: Firman Badjoki
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas