Ketua ISSI Sulteng Hasan (tengah) saat menyampaikan konferensi pers di Sekretariat AJI Palu, Selasa 14 Januari 2020. (Foto: Metrosulawesi/ Tahmil Burhanuddin)

Palu, Metrosulawesi.id – Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Sulawesi Tengah, bakal menggelar event bersepeda lintas provinsi pada 25 Januari 2020 mendatang. Jarak tempuh yang akan dilalui sejauh 25 kilometer, dari Kota Palu, Sulawesi Tengah menuju Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat. Ivent tersebut dinamai Tadulako Bersepeda atau disingkat Tabe.

Penyelenggara menargetkan kegiatan itu akan diikuti sedikitnya 100 orang peserta dari berbagai komunitas sepeda di Sulawesi Tengah, seperti komunitas sepeda Kabupaten Tolitoli, Sigi, Parigi, Kota Palu dan Kabupaten Donggala. Bahkan sejumlah peserta dari provinsi lain pun dipastikan akan mengikuti event yang memadukan antara olahraga dan pariwisata tersebut.

“Kita pake kata ‘Tabe’ karena dipakai di mana-mana, dan maknanya juga baik,” ungkap Ketua ISSI Sulteng Hasan kepada wartawan di sekretariat Aliansi Jurnalis Independent (AJI) Kota Palu, Selasa 14 Januari 2020.

Dia penyebut pemilihan kata Tabe untuk nama event tersebut agar bisa lebih identik dengan daerah. Kata Tabe sendiri merupakan padanan kata permisi dalam dialeg lokal Sulawesi.

Para peserta nantinya akan disiapkan empat titik persinggahan (pit stop) di setiap jarak tempuh 30 kilometer. Titik persinggahan pertama yakni di Anjungan Gonenggati Donggala, kemudian pit stop kedua di Desa Lembasada, titik ketiga Kantor Kecamatan Bambaira, kemudian pit stop terakhir di Desa Ako, Kabupaten Pasangkayu.

“Jarak itu memang tidak serta merta satu kali jalan, dibagi menjadi empat pit stop untuk water station dan makan buah segar,” ungkap Hasan yang didampingi oleh Ketua Komunitas Sepeda Lipat Palu (Selalu) dr Ricky serta Ketua Komunitas Sepeda Sabtu Gabungan (Kossaga) Andri Novandi sebagai penanggung jawab kegiatan.

Kata dia, selain untuk minum dan makan buah segar, setiap persinggahan juga bisa dijadikan tempat berswafoto oleh peserta. Sebab tempat-tempat tersebut juga merupakan lokasi wisata. Selain itu, melalui event tersebut juga akan dijadikan ajang untuk memperkenalkan daerah-daerah yang terdampak bencana 28 September 2018 lalu.

“Jadi sepanjang rute dari Kota Palu hingga Pasangkayu memang merupakan daerah yang terdampak bencana itu,” katanya.

Dia ingin agar para peserta nantinya tahu bahwa daerah terdampak bencana tersebut sudah lebih baik setelah bencana.

“Kita sudah lakukan survei, jalan yang akan dilewati itu memang sudah layak,” jelasnya.

Melalui event itu, ISSI Sulteng bersama komunitas sepda di Sulawesi Tengah ingin membangkitkan kembali event bersepada yang selama ini terpuruk pasca bencana.

“Kegiatan ini adalah sport tourism, kegiatan ini sangat bermanfaat. Pasca bencana mungkin perlu ada trauma healing, dengan cara tourism yang sifatnya sport,” kata dia.

“ISSI Kabupaten Pasangkayu pun menyambut baik untuk rute yang ditetapkan,” katanya.

Event itu sendiri bisa diikuti oleh semua lapisan masyarakat serta semua jenis sepeda. Untuk mengikuti event tersebut peserta hanya perlu mengeluarkan biaya administrasi sebesar Rp50 ribu.

“Jadi nanti peserta juga kita bebaskan, kalau misalkan sudah tidak mampu bisa naik mobil. Terus kalau mau gowes lagi, bisa turun lagi,” tandasnya.

Pihak penyelenggara juga menyiapkan ambulance untuk mengantisipasi jika ada peserta yang cedera saat mengikut event itu.

“Ini akan jadi cikal bakal event sepeda selanjutnya,” terang Hasan.

Sementara itu, ISSI Sulteng telah meloloskan dua atletnya ke Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 di Papua mendatang. Dua atlet yang lolos masing-masing dari kelas downhill dan road bike.

Reporter: Tahmil Burhanuddin
Editor: Indra Yosvidar

Ayo tulis komentar cerdas