UJI COBA - Dirjen Dukcapil Kemendagri, Zudan Arif Fakrulloh, saat mencoba penggunaan Anjungan Dukcapil Mandiri (ADM) beberapa waktu lalu. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Provinsi Sulteng, Abd Haris Yotolembah, mengungkapkan tengah berupaya secepatnya mendatangkan Anjungan Dukcapil Mandiri (ADM).

ADM merupakan mesin pencetak dokumen kependudukan yang dikeluarkan oleh Ditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri. Kata Haris, ADM tersebut akan ditempatkan di Kantor Gubernur Sulteng Jalan Sam Ratulangi Palu.

“Untuk tahap awal kita beli satu unit dulu biar Sulteng tidak ketinggalan dari daerah lain,” ujar Haris kepada Metrosulawesi baru-baru ini.

Dia menjelaskan pihaknya memilih kantor gubernur sebagai tempat mesin ADM agar mendapat pengawasan. Itu karena penggunaan ADM harus mendapat pendampingan dari petugas.

“Harus diawasi betul karena harga mesin ADM itu mahal, ratusan juta, bukan berarti nanti rusak kalau tidak diawasi penggunaanya,” ucap Haris.

Haris mengatakan telah melihat langsung penggunaan mesin ADM pada awal Desember 2019 lalu. Ia mengaku tertarik setelah melihat kemudahan yang bisa dirasakan masyarakat dengan adanya ADM.

Namun demikian, sebelum mendatangkan mesin ADM, Disdukcapil dikatakan Haris harus terlebih dahulu menyiapkan sumber daya manusia yang bisa bertanggung jawab terhadap operasional mesin ADM.

“Intinya kita harus pastikan betul dulu SDM siap untuk mengoperasikan mesinnya dan untuk memberikan bimbingan kepada masyarakat yang ingin menggunakan,” tandas Haris.

Seperti diketahui, mesin ADM merupakan tempat layanan masyarakat untuk mencetak dokumen kependudukan sperti E-KTP, KIA, akta lahir, KK, atau akta kematian. Masyarakat yang ingin mencetak dokumen kependudukan dengan mesin ini harus terlebih dahulu datang ke Disdukcapil untuk mendaftar atau meminta akses ADM. Setelah persyaratan yang dibutuhkan dipenuhi, masyarakat akan mendapatkan PIN melalui SMS dan QR Code melalui email. Dengan PIN dan QR Code itulah bisa mencetak sendiri dokumen kependudukan yang dibutuhkan. Kemendagri sendiri tidak mewajibkan tiap daerah punya alat ini, hanya disediakan bagi Pemda yang memesan saja.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas