USAI SIDANG - Terdakwa mantan Kasatpol-PP Poso, Sri Ayu Utami, berpose sambil tersenyum ke media usai mengikuti sidang tuntutannya di PN Palu, Kamis, 9 Januari 2020. (Foto: Metrosulawesi/ Firmansyah Badjoki)

Palu, Metrosulawesi.id –Terdakwa Sri Ayu Utami, Mantan Kasatpol-PP dan Damkar Kabupaten Poso, tetap dengan ketegasan sikapnya, tidak bersalah.

Meski JPU telah menuntutnya selama 6 tahun subsider 6 bulan penjara, serta dibebankan mengganti kerugian keuangan negara sebesar Rp800 Juta, jika tak dipenuhi, ditambah 1 tahun penjara lagi.

Kepada awak media, Kamis, 9 Januari 2020, usai persidangan, Sri Utami pun menegaskan dirinya tidak bersalah.

Menurut dia apa yang didakwakan JPU tidak sepenuhnya benar.

“Kalau melakukan pemotongan iya, tapi itu kan dialihkan ke tenaga honorer lain, dan atas persetujuan tenaga honorer itu sendiri. Sementara untuk pembangunan Pos Damkar di Tentena atas perintah Bupati yang anggarannya dikumpul-kumpul dari dana sosialisasi atau dana lain yang tidak termasuk dalam anggaran khusus,” ungkapnya.

Sri Utami pun menyesalkan sikap Jaksa yang tidak menetapkan bendahara dinas, sebagai salah satu tersangka.

Padahal, kata dia,  justru bendaharalah yang lebih banyak tahu tentang keuangan.

Kata dia, bendahara adalah pihak yang paling banyak memainkan Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD), dan menyembunyikan keuangan Rp300 juta, sehingga membuat dinas yang dipimpinnya saat itu terpaksa berhutang.

“Harusnya bendahara diseret, sebab dialah yang paling tahu soal keuangan dan SPPD,” sesalnya.

Majelis Hakim PN Palu memberikan kesempatan Sri Ayu Utami dan pengacaranya untuk melakukan pembelaan pada sidang yang akan di gelar Kamis, 16 Januari 2020, pekan mendatang.  

“Kepada pengacara diberikan kesempatan untuk melakukan pembelaan, terhadap saudara terdakwa juga bisa membacakan pembelaannya sendiri. Sidang akan dilanjutkan tanggal 16, minggu yang akan datang,” ungkap Hakim seraya mengetuk palu sidang.

Diketahui, Mantan Kasatpol PP dan Damkar Poso itu diduga korupsi pemotongan gaji honorer dan pembangunan Pos Damkar di pertigaan pintu gerbang wilayah Kelurahan Tentena, Kecamatan Pamona Puselemba.

Reporter: Firman Badjoki
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas