Lucas J Kubela. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.id – Jaksa Penuntut Umum (JPU) telah memasukan Memori Kasasi atas putusan bebas empat terdakwa pengedar tabung Elpiji 3 Kilogram berjumlah 3.550 yang tidak sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI) ke Pengadilan Negeri (PN) Palu, Kamis, 9 Januari 2020.

“Hari ini kami baru saja memasukan memori kasasi atas nama terdakwa Ibrahim dan Riyadi,” kata JPU, Lucas J Kubela, ditemui usai menyerahkan memori kasasi di Pengadilan Negeri (PN) Palu di Jalan Samratulangi.

Ia mengatakan, sehari sebelumnya, memasukan memori kasasi terdakwa  Edwiro Purwadi (67) dan Yanto Cahya Subuh (46).

“Batas waktu menyerahkan memori kasasi hari ini, sejak dinyatakan kasasi,” kata Lucas J Kubela.

Selanjutnya kata dia, tinggal menunggu putusan kasasinya.

Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) yang diketuai Aisa H. Mahmud, menjatuhkan putusan bebas bagi empat terdakwa kasus tabung melon ini. Sebelumnya JPU menuntut keempat terdakwa 1,6 bulan.

Kasus ini berawal pertengahan 2018, dimana PT MTU ditunjuk sebagai pemenang lelang pengadaan atau produksi tabung gas elpiji 3 kg warna melon berikut Alve Single Spindle pada Pusat PT Pertamina Jakarta.

Berdasarkan perjanjian kerjasama antara Pusat PT Pertamina Jakarta dan PT MTU, pesanan PT Pertamina hingga akhir penyerahan 31 Maret 2019 sebanyak 631.187 tabung LPG 3 Kg. Namun PT MTU memproduksi 651.187 tabung LPG 3 kg atau melebihi perjanjian sekira 20.000 tabung.

“Kelebihan produksi ini tanpa melalui penerbitan SPPT SNI Tabung Baja Elpiji,” ujarnya.

Dia mengatakan, 16.950 tabung Elpiji 3 kg tidak sesuai SNI itu dikirim ke Palu sebanyak enam kali menggunakan kontainer setelah dipesan oleh terdakwa Ibrahim. Jumlah total 3.550 tabung 3 kg jadi barang bukti dalam perkara ini.

Reporter: Firman Badjoki
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas