Ratna Muthmainnah. (Foto: Metrosulawesi/ Moh Fadel)

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Sub Bagian Umum, Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Sulteng, Ratna Muthmainnah, mengungkapkan, sampai akhir Desember 2019, genap 10 Kemenag kabupaten se- Sulteng sudah menyelenggarakan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP).

“Alhamdulillah pencapaian itu bisa dibilang sesuai target, meskipun masih ada beberapa Kemenag belum menyelenggarakan PTSP, karena Kemenag di kabupaten itu memang belum tersedia kantor permanen, sebab masih daerah pemekaran. Tetapi ke depan, akan mereka upayakan untuk mewujudkan PTSP,” kata Ratna, di ruang kerjanya, Kamis, 9 Januari 2020.

Untuk Kemenag Palu, Ratna mengungkapkan bahwa pihak Kemenag Kota palu menargetkan Januari 2020, PTSP  bisa diwujudkan.

“Kemenag Palu menurut informasi masih sementara menyiapkan tempat PTSP, dan Insyaallah cukup representatif. Namun di sisi lain, sebenarnya Kemenag Palu sudah melaksanakan pelayanan itu sendiri secara terpadu, hanya saja memang belum dilaunching secara resmi, karena memang ruangannya masih sementara proses penyediaan,” ujarnya.

Selain itu, kata Ratna, sebenarnya Kemenag Palu juga sudah memiliki inovasi tersendiri yakni tentang Digitalisasi Arsip, dimana seluruh proses pengarsipan menggunakan aplikasi itu.

“Ini sebenarnya poin tersendiri, kemungkinan trobosan itu akan dilaunching bersama-sama dengan pelayanan terpadu,” ungkapnya.

“Sementara untuk kabupaten, tinggal dua kantor Kemenag yang belum memiliki PTSP, yakni Morowali Utara, dan Banggai Kepulauan. Kedua kabupaten itu masih dalam proses juga, semoga tahun depan sudah terwujud kantornya, sehingga memiliki PTSP juga,” katanya.

Ratna mengatakan, 10 PTSP yang sudah terwujud di kemenag itu yakni, Poso, Luwuk, Buol, Donggala, Morowali, Banggai Laut, Tolitoli, Tojo una-una, Sigi, dan Parigi Mautong.

“Dengan terwujudnya PTSP ini menyimpulkan bahwa khusus pelayanan publik di Kemenag sudah semakin meningkat. Selain itu PTSP juga sebagai cikal bakal pengembangan layanan publik di Kemenag,” ungkapnya.

Kata dia, pada 2019, hasil kerja keras Kemenag bidang pelayanan publik salah satunya adalah PTSP. Kemenag pun meraih penghargaan predikat kepatuhan tinggi dengan nilai 92, 65, dari anugerah Ombudsman Awards.  

“Penghargaan itu didapatkan karena Kemenag telah menyelenggarakan pelayanan sesuai dengan standar pelayanan publik. Alhamudlillah, Kemenag mendapatkan penghargaan tertinggi kedua, setelah Kementerian Luar Negeri,” jelasnya.

Selain itu, kata Ratna, pada 2019, Kemenag Sulteng juga meraih penghargaan khusus bidang haji, meraih predikat pelayanan haji yang sangat memuaskan.

“Terkait pelayanan publik, untuk saat ini ada ketambahan layanan baru yang wajib dilaksanakan oleh PTSP seluruh Kemenag, yakni layanan Pendaftaran Sertifikasi Produk Halal. Jadi sekarang semua produsen, khususnya terkait makanan, kosmetik, dan lainnya, mendaftarkan produknya  untuk mendapakatkan sertifikat halal harus melalui Kemenag melalui PTSP,” katanya.

Ratna menjelaskan, operator PTSP akan bekerja untuk memeriksa persyaratan pemohon, dan jika sudah lengkap, akan diteruskan ke bidang Bimas Islam, lalu ke Bimas Islam Kemenag RI, setelah itu diterukan ke MUI.

“Yang jelas penetapan halal atau tidaknya itu tetap kewenangan MUI,” katanya.

Reporter: Moh Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas