Pejabat sementara (Plt) Inspektorat Donggala DB Lubis saat ditemui di ruang kerjanya. (Foto: Metrosulawesi/ Tamsyir Ramli)

Donggala, Metrosulawesi.id – Pejabat sementara (Plt) Inspektorat Donggala DB Lubis menegaskan sejak dirinya ditunjuk menempati kursi inspektorat, bertekad memperbaiki pengelolaan keuangan daerah dengan target meraih kembali WTP di tahun ini.

“Dua target saya menjabat Plt inspektorat. Pertama, Donggala harus kembali raih WTP dan Inspektorat Donggala harus menjadi percontohan dalam metode pengelolaan APIP di seluruh Indonesia,”kata Lubis saat berbincang dengan Metrosulawesi di runag kerjanya, Rabu (8/1/2020).

Untuk memujudkan dua target itu, DB Lubis menerapkan konsep “manja tapi tegas”.

“Manja artinya perlu memperhatikan serius seluruh OPD hingga kepala desa apa persoalan dan konsep apa yang mereka bawa, kemudian saya juga harus bersikap tegas tidak ada toleransi jika memang keliru dalam berbuat termasuk sikap tegas pegawai saya sendiri,” katanya.

“Untuk konsep manja saya akan menggunakan gaji saya untuk meningkatkan pelayanan kepada seluruh OPD dan kepala desa yang berurusan di Inspektorat, menyediakan fasilitas makan-minum hingga pijat gratis sambil menunggu proses pengurusan selesai. Kemudian sikap tegas saya adalah memotong kebiasaan lama dari segi administrasi jika sebelumnya inspektorat menggunakan surat menghubungi OPD atau kades bermasalah itu akan saya ubah, saya akan menggunakan handphone memanggil langsung kadisnya atau kadesnya interviu apa masalahnya mampu dan harus diselesaikan secepatnya, karena kalau pake surat panggil kadis/kades kelamaan saya harus bekerja cepat dan tegas tidak mampu ikut saya silahkan berhenti atau saya yang keluarkan,” tegasnya.

Disamping itu, Lubis juga sudah merencanakan akan menempatkan tenaga ahli selama dirinya menduduki kursi inspektorat ini agar tujuannya mengembalikan Donggala ke WTP terkabulkan.

“Saya sudah punya dua orang calon tenaga ahli keuangan, pertama Hasan Basri (mantan kadis keuangan dan direktur PDAM) kedua itu Abdurahman L Lugu juga mantan kadis keunagan, kemudian saya juga dibantu dua orang lagi pertama jaksa, kedua Reskrim kepolisian,” pungkasnya.

Disinggung sorotan tajam penempatan dirinya di Plt Inspektorat Lubis tidak menghiraukannya. Menurutunya, persoalan protes adalah orang tidak paham aturan dan tidak mau belajar.

“Saya dipercayakan oleh bupati tempati Plt Inspektorat, saya tidak mau tanggapi polemik di luar, saya akan bekerja maksimal demi Donggala,” tuturnya.

Diketahui, mantan Inspektorat Donggala Aziz memasuki masa pensiun sejak 1 Januari 2020.

Reporter: Tamsyir Ramli
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas