Home Palu

Rusman: Pembangunan Asrama Haji Transit Palu Masih Dikomunikasikan ke Pusat

252
Rusman Langke. (Foto: Metrosulawesi/ Moh Fadel)

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sulawesi Tengah, H. Rusman Langke, mengungkapkan, pembangunan kembali gedung Asrama Haji Transit Palu masih akan dikomunikasikan di tingkat pusat.

“Masalah anggaran pembangunan kami sedang komunikasikan juga ke tingkat pusat, semoga bisa dilanjutkan pembangunannya,” kata Rusman, di Palu, Selasa, 7 Januari 2020.

Rusman mengaku, pihaknya masih memperjuangkan pembangunan Asrama Haji Transit Palu tahun ini, namun pihaknya belum bisa pastikan tahun ini akan dilanjutkan atau tidak.

“Tetapi kemungkinan belum, sebab masih akan dikomunikasikan pada tingkat pusat.  Bagaimanapun pembangunan gedung Asrama Haji transit Palu tetap akan dilanjutkan, sehingga kami berharap anggarannya bisa ada,” ungkapnya.

Menurut Rusman, untuk anggaran pembangunan akan dihitung dulu kekurangannya sesuai dengan kerusakan akibat gempa. “Jadi akan dihitung berapa, baru akan kami ajukan,” katanya.

Kata Rusman, gedung Asrama Haji itu sesuai pemeriksaan PUPR mengalami rusak sedang, mengenai dibangun kembali seperti baru atau tidak, itu bukan kewenangan Kemenag Sulteng.

“Kita akan melihat dulu kondisi yang ada, yang jelas kami masih melakukan komunikasi dengan pusat,” ujarnya.

Rusman mengatakan, akan ada teknisi yang menghitung dulu anggaran pembangunan Asrama Haji tersebut.

“Jadi kita akan hitung dulu berapa kerusakannya, baru diajukan ke instansi terkait, tidak sembarang main ajukan, perlu ada perhitungan dulu,” katanya.

Selain itu, kata Rusman, kelanjutan pembangunan Asrama Haji itu masih menunggu rekomendasi instansi terkait, yakni Litbang PUPR Bandung.

“Kondisinya kita tidak mungkin hitung sendiri, tentunya ada instansi terkait yang melakukan penelitian untuk kelanjutan pembangunan Asrama haji itu,” ungkapnya.  

Seperti diketahui, nilai proyek pembangunan Asrama Haji itu sebesar Rp, 43,6 miliar yang dikerjakan oleh  PT. Tirta Dhea Addonnics Pratama. Bahkan perusahaan itu telah diberi kebijakan penambahan waktu selama tiga bulan, namun belum juga mampu menyelesaiakan sampai batas waktu yang telah ditentukan, sehingga pihak pemberi proyek memutuskan kontraknya.

Meskipun proyek itu telah selesai 60 persen, namun Asrama Haji itu tidak dapat dipergunakan, karena mengalami kerusakan berat akibat guncangan gempa bumi, pada 28 September 2018 silam.  Progres penyelesaian Asrama Haji Palu yang dikerjakan sejak 2017 itu, mestinya berakhir pada 31 Desember 2017, dua tahun lalu. Namun sekalipun sudah diberikan perpanjang waktu, tetapi kontrak kerja diputuskan, sehingga sisa dana proyek itu yang mencapai 40 persen telah dikembalikan ke kas negara.

Reporter: Moh Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas