MEMANTAU - Kepala SDN Inpres 5 Birobuli, Dutri, saat memantau pembangunan RKB dan Toilet, Selasa, 7 Januari 2020. (Foto: Metrosulawesi/ Moh Fadel)

Palu, Metrosulawesi.id – Empat ruang kelas baru (RKB) SDN Inpres 5 Birobuli, yang berapa di jalan Banteng, kini hampir rampung pekerjaannya. Pembangunan RKB itu menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2019, yang nilainya mencapai Rp635 juta lebih.

Kepala SDN Inpres 5 Birobuli, Dutri, mengungkapkan, pembangunan awal RKB SDN Inpres 5 Birobuli dilakukan sejak 23 September 2019.

“Pekerjaan RKB ini cukup berat, sebab lahan yang digunakan bekas perumahan guru yang perlu dibongkar menggunakan alat berat, sehingga waktunya sedikit lewat, maka pihaknya meminta adendum atau perpanjangan waktu untuk pembangunannya,” jelas Dutri, saat memantau pembangunan gedung sekolahnya, Selasa, 7 Januari 2019.

Dutri mengaku, pertengahan atau akhir Januari 2020, RKB itu sudah bisa digunakan atau dimanfaatkan siswa.

“Selain ruang kelas baru, SDN Inpres 5 Birobuli juga diberikan bantuan DAK yang nilainya kurang lebih Rp85 juta, untuk pembangunan toilet (wc) sebanyak empat ruang, yang dibagi menjadi dua ruang untuk perempuan, dua ruangan untuk toilet laki-laki,” ujarnya.

Dutri mengatakan, pembangunan RKB dan toilet SDN Inpres 5 Birobuli sesuai dengan aturan tertulis di RAB. Bahkan pihaknya menambah pemakaian bahan yang berkualitas bagus, artinya sesuai standar yang telah ditetapkan.

“Ditambahnya empat RKB ini, karena mengantisipasi banyaknya siswa yang pindah pada waktu bencana gempa bumi, tsunami, dan likuefaksi pada 28 September 2018 silam, sehingga perlu ada ketambahan ruangan, olehnya itu dibangunlah empat RKB,” katanya.

Dutri mengaku, RKB yang baru ini akan digunakan oleh siswa kelas enam A, B, dan C, kemudian kelas lima C.

“Saya sangat bersyukur telah diberikan bantuan RKB yang begitu bagus ini, siswa saya juga belajar sudah nyaman, tenang, tidak lagi siswa berdesakan di dalam kelas. Dengan adanya penambahan RKB ini maka standar 28 siswa per kelas terpenuhi,” ujarnya.

Kata Dutri, sebelumnya, siswanya yang duduk di kelas III, IV, V, dan VI, per kelasnya berjumlah lebih 28 siswa, dan dengan dibangunnya RKB ini, siswa tidak berdesakan lagi di kelas.

Reporter: Moh Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas