Muslimun. (Foto: Dok Metrosulawesi)
  • Terkait Proyek Jembatan V Tak Punya Amdal

Palu, Metrosulawesi.id – Dimintai tanggapan soal pembangunan Jembatan Palu V yang disebut-sebut tanpa dokumen analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal), Anggota Komisi C DPRD Kota Palu yang membawahi bidang perhubungan menyebut akan memanggil semua pihak terkait.

Pada akhir tahun lalu, DPRD Kota Palu telah melakukan rapat dengar pendapat (RDP) dengan sejumlah instansi, termasuk seluruh instansi yang terkait dengan pembangunan Jembatan V yang menghabiskan anggaran puluhan miliar tersebut. Dalam rapat tersebut tak pernah diungkap terkait belum adanya Amdal terkait pembangunan jembatan itu.

Olehnya, Anggota Komisi C DPRD Kota Palu Muslimun menilai dinas terkait seolah-olah menyembunyikan hal itu.

“Menurut saya ada kontradiktif, apakah dinas yang tidak jujur saat rapat dengan mitra sehingga tidak muncul ini (persoalan tidak adanya Amdal pembangunan Jembatan),” kata Anggota DPRD yang akrab disapa Kimung itu.

Dia mengatakan, proses pekerjaan jembatan dinilai tidak ada masalah. Namun, jika dokumen Amdal pekerjaan jembatan tersebut benar tidak ada, maka hal itu bisa dipersoalkan.

“Waktu itu kan ada teman (Anggota DPRD) yang bertanya, bagaiman dengan progres jembatan V. Nah dinas menjelaskan, progresnya sudah sampai 75 persen karena kontribusi barang dari Makassar sudah sampai. Jadi menurut saya tidak ada masalah dengan pekerjaannya,” ungkap Kimung.

Dia menambahkan, yang bermasalah jika Amdal yang merupakan alat kelengkapan dokumennya tidak ada, maka hal itu harus diluruskan. Dia mendorong agar pihak-pihak terkait untuk menyampaikan langsung ke DPRD.

“Kita akan panggil pihak perusahaan dan dinas terkait. Amdal ini salah satu dokumen dasar, kalau itu tidak ada maka perlu kita pertanyakan,” tandasnya.

“Kalau tidak ada Amdal itu yang bahaya. Terus kenapa saat rapat tidak disampaikan, jangan-jangan ada kongkalikong.”

Sementara itu, saat rapat bersama dinas dan Anggota DPRD terkait pembangunan jembatan itu, pihak dinas sebelumnya hanya menyerahkan dokumen volume pekerjaan.

Reporter: Tahmil Burhanuddin
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas