Samsurizal Tombolotutu. (Foto: Metrosulawesi/ Zulfikar)

Parimo, Metrosulawesi.id – Bupati Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Samsurizal Tombolotutu, mengungkapkan, bahwa saat ini Kabupaten Parimo membangun Kota Satelit kelima di dunia yang berlokasi di Pantai Mosing, Desa Siney, Kecamatan Tinombo Selatan.

“Pembangunan Kota Satelit ke-5 di dunia itu merupakan salah satu program dominan pemerintah di tahun 2020 ini,” ungkap Samsurizal di Pantai Mosing, Desa Siney, Minggu 5 Januari 2020.

Samsurizal mengatakan, dipilihnya pantai Mosing sebagai tempat pembangunan kota satelit ke-5 dunia, karena pantai Mosing merupakan pusat satelit garis khatulistiwa dan berdekatan dengan tugu khatulistiwa.

“Kenapa saya pilih Pantai Mosing sebagai pembangunan kota satelit, karena satelit ini satu satunya yang ada di dunia nol derajat. Di tempat lain betul khatulistiwa nol derajat, tetapi lintang utara dan lintang selatan pasti berubah. Jika tidak berubah, bujur timur dan bujur barat pasti berubah. Tetapi kawasan satelit khatulistiwa di Pantai Mosing tidak berubah sama sekali,” terang Samsurizal.

Selain menjadi kawasan Satelit ke-5 di dunia, Pantai Mosing juga dirintis sebagai tempat wisata. Karena saat ini pantai Mosing sedang dalam pembangunan infrastruktur wisata, seperti pelebaran jalan menuju lokasi, pembuatan cottage, dan fasilitas lainnya.

Tidak hanya itu, Pantai Mosing juga akan dijadikan sebagai wisata kuliner khas Parigi Moutong dan juga wisata khas lainnya yang ada di daerah lain khususnya yang ada di wilayah Timur juga akan dipromosikan lewat pantai Mosing.

“Jadi kalau ada orang mau cari apa yang ada di Parigi Moutong atau di Indonesia timur. Tidak perlu jauh-jauh ke Moutong, tidak perlu jauh jauh ke Sausu, atau ke Irian atau ke Luwuk, ada semua di pantai Mosing nanti,” kata Samsurizal.

Samsurizal menambahkan, bahwa lewat Pantai Mosing pula dia akan mempromosikan Hari Pangan Sedunia (HPS) yang dirangkaikan dengan kegiatan For Ikan. Selain itu pantai Mosing dipersiapkan sebagai tempat kunjungan diplomat 42 negara.

“Saat ini sudah 42 negara yang mendaftarkan diri. Oleh sebab itu, saya minta kepada masyarakat Parigi Moutong khususnya masyarakat Kecamatan Tinombo Selatan, marilah kita membangun bersama mempersiapkan ini. Kita belajar dengan tempat wisata yang lain, yang mengamankan daerah ini bukan polisi, yang mengamankan daerah ini adalah rakyat itu sendiri. Polisi itu tinggal kita panggil. Coba kita ke Bali tidak ada di pantai-pantai polisi, kalau terjadi kriminal baru kita hubungi polisi. Olehnya saya minta kepada masyarakat yang ingim membangun pariwisata jagalah keamanan. Masyarakatnya harus ramah sehingga orang senang datang ketempat ini nantinya,” tandas Samsurizal.

Reporter: Zulfikar
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas