Singgih Budi Prasetyo. (Foto: Metrosulawesi/ Moh Fadel)

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palu, Singgih Budi Prasetyo, mengungkapkan, belum lama ini sebanyak 180 tenaga pendamping stimulan tahap II telah selesai mengikuti pelatihan.

“Kemudian besok (hari ini-red) kelompok kedua yang jumlahnya sekitar 170 orang juga akan mengikuti pelatihan. Untuk total tenaga pendamping itu sebanyak 352 orang, dan insyaallah minggu ini selesai. Setelah itu kami akan mobilisasi para tenaga tersebut,” kata Singgih, di ruang kerjanya, Senin, 6 Januari 2019.

Siggih menegaskan, proses pencairan stimulan tahap II secepatnya akan dilakukan.

“Untuk penerima stimulan tahap II sesuai jumlah yang telah ditetapkan sebelumnya sebanyak 38 ribu, baik itu rusak berat, ringan, dan sedang,  jumlah itulah yang kita targetkan,” ungkapnya.

Singgih mengungkapkan, perekrutan tenaga pendamping ini sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan, misalnya, untuk koordintor tenaga pendamping itu semua jurusan sarjana strata satu diterima.

“Namun untuk asisten perencanaan itu, Sarjana Teknik Sipil dan Arsitek, begitupun asisten operasional, sementara untuk asisten pembiayaan itu Sarjana Ekonomi. Mereka-mereka yang direkrut merupakan orang asli Kota Palu, dan mereka ini telah melalui beberapa tahapan seleksi, baik itu seleksi berkas, maupun seleksi wawancara,” ujarnya.

Singgih mengatakan, rumah rusak ringan, sedang, dan berat semua tetap akan dikoordinir oleh Tenaga Pendamping.

“Olehnya itu kita akan adakan sosialisasi ke masyarakat terkait dengan proses pencairan dan penyalurannya, kemudian kita akan mevalidasi kembali tingkat kerusakan rumah, sehingga para tim pendamping ini akan membantu kita memvalidasi akhir dari tingkat kerusakan rumah warga,” jelasnya.

Singgih berharap, pencairan dana stimulan ini berjalan lancar dan masyarakat dapat mendukung proses pencairan dana stimulan tersebut.

Seperti diketahui, total rumah rusak yang akan mendapat dana stimulan untuk wilayah Palu, Donggala, Sigi, dan Parigi Moutong (Padagimo) sebanyak 103.710 unit. Jumlah tersebut terdiri atas rumah rusak ringan 47.149 unit, rusak sedang 28.899 unit, dan rusak berat 27.662 unit. Dari jumlah itu, yang sebelumnya sudah dicairkan tahap satu baru Rp235 miliar, diperuntukkan untuk perbaikan 4.502 unit rumah rusak kategori berat.

Reporter: Moh Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas