Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulteng M Abdul Madjid Ikram (kiri) saat memberikan keterangan pers, pekan lalu di Palu. (Foto: Metrosulawesi/ Fikri Alihana)

Palu, Metrosulawesi.id – Pada awal tahun 2020, Bank Indonesia (BI)  Kantor Perwakilan Sulawesi Tengah  memastikan ada beberapa komoditas yang masih menjadi perhatian.

Hal ini disampaikan langsung Kepala Perwakilan BI Sulteng, M Abdul Majid Ikram, Jumat (3/1/2020). Ia menuturkan komoditas volatile food dalam hal ini ikan segar yang perlu dijaga pasokannya. Mengingat curah hujan cukup tinggi di tahun ini.

“Sehingga pastinya akan menyulitkan para nelayan untuk berlayar dan memungkinkan pasokan ikan segar dapat berkurang,” tuturnya.

Sementara itu, komoditas administered price seperti kenaikan tarif cukai hasil tembakau (CHT) sebesar 33% dan harga jual eceran (HJE)  sebesar 35% pada 1 Januari 2020  akan menyebabkan peningkatan harga rokok di masyarakat.

“Selain itu, ada juga komoditas administered price yang juga meningkat mulai 1 Januari tahun ini adalah iuran BPJS. Untuk kelas lll naik menjadi Rp42 ribu per bulan, kelas ll Rp110 ribu per bulan, dan kelas I Rp106 ribu per bulan,” ungkap Majid.

Begitu pula dengan diberlakukannya Luwuk, Kabupaten Banggai sebagai kota inflasi baru di Sulawesi Tengah yang akan dirilis pada awal Februari 2020 mendatang.

“Ini berpotensi untuk mengoreksi pencapaian inflasi Sulteng terkait dengan komoditas yang masih belum diketahui sebelumnya,” pungkasnya.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Pataruddin

Ayo tulis komentar cerdas