Bartholomeus Tandigala. (Foto: Dok Metrosulawesi)
  • Bartho Imbau Pemkab-Pemkot Siapkan Pengungsian

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Sulteng, Bartholomeus Tandigala, mengungkapkan sepanjang tahun 2019, banjir dan tanah longsor mendominasi bencana yang melanda Sulawesi Tengah.

“Bencana banjir paling banyak melanda Sigi, Donggala, dan Buol. Kemudian awal tahun 2019 di Morowali Utara dan Morowali. Kemudian di Toili dan bencana kekeringan di Kabupaten Banggai Kepulauan,” ungkap Bartho di Palu, Senin, 6 Januari 2020.

Menurutnya, hampir semua wilayah kabupaten/kota di Sulawesi Tengah berpotensi dilanda bencana. Olehnya, Bartho mengimbau pemerintah kabupaten/kota menyiapkan titik-titik pengugsian. Tujuannnya untuk memudahkan masyarakat mengevakuasi diri jika sewaktu-sewaktu terjadi bencana.

“Setiap kabupaten/kota, termasuk provinsi sudah harus menyiapkan tempat mengungsi,” ucapnya.

Selain itu, Bartho juga mengimbau personel BPBD kabupaten/kota dan provinsi senantiasa siap siaga. Kesiapsiagaan juga harus dibarengi peralatan tanggap darurat untuk membantu para korban bencana.

“Kemudian juga harus menyosialisasikan kepada masyarakat, khususnya yang berada di daerah rawan bencana agar selalu waspada,” ujar Bartho.

Dia membeberkan terdapat sejumlah kabupaten yang harus selalu waspada potensi bencana seperti Buol yang baru dilanda banjir. Selanjutnya Kabupaten Sigi yang hampir setiap tahun langganan bencana banjir dan tanah longsor.

“Wilayah Kabupaten Sigi akibat gempa yang terjadi pada 2018 terdapat 71 titik yang berpotensi terjadi longsor,” bebernya.

BPBD kata Bartho terus berupaya meminimalisir korban jiwa dengan mengencarkan mitigasi bencana melalui sosialisasi. Masyarakat juga diharapkan semakin tangguh menghadapi bencana. Demikian pula kewaspadaan harus saling mengingatkan antar sesama keluarga dan masyarakat.

“Kita berharap paling tidak masyarakat bisa menyelematkan diri dan keluarga masing-masing saat terjadi bencana,” tandas Bartho.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas