ILUSTRASI - Cuaca ekstrem. (Foto: Ist)
  • BMKG Keluarkan Peringatan Dini

Palu, Metrosulawesi.id – Warga diimbau agar tetap waspada kondisi cuaca ekstrem. Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II Palu, Nur Alim mengungkapkan secara umum sebagian besar wilayah Sulawesi Tengah telah memasuki musim hujan sejak Desember 2019, dan diperkirakan terjadi hingga Maret 2020 mendatang.

Menurut Nur Alim, beberapa wilayah yang berpotensi diguyur hujan dengan intensitas tinggi di Sulteng yakni Donggala, Sigi, Poso, Banggai dan Buol.

“Morowali dan sekitarnya masih aman. Tapi di sekitar pesisir akan ada sedikit tinggi gelombang,” ungkap dia saat dihubungi wartawan, Kamis 2 Januari 2020.

BMKG sendiri mengeluarkan peringatan dini untuk cuaca ekstrem di beberapa wilayah di Sulawesi Tengah (Sulteng). Peringatan dini terlihat di website BMKG, Kamis 2 Januari 2020.

Dikutip dari website itu, BMKG menyebutkan mulai Jumat hari ini 3 Januari 2020 hingga Sabtu besok 4 Januari 2020, beberapa wilayah Sulteng berpotensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Hujan disertai petir/kilat dan angin kencang pada siang dan sore hari.

Wilayah-wilayah diperkirakan terkena cuaca ekstrem itu yakni: Kota Palu, Donggala, Sigi, Poso, Morowali hingga Tojo Unauna.

Ia mengimbau agar warga mewaspadai tingginya curah hujan tiga hari kedepan, terutama warga yang berada di daerah rawan longsor dan banjir.

BMKG juga mengeluarkan peringatan dini terkait dengan potensi peningkatan  gelombang laut  dan angin kencang. Karenanya Nur Alim mengimbau warga di wilayah rawan bencana untuk meningkatkan kewaspadaan untuk meminimalisir dampaknya.

“Tiga hari kedepan kita masuk zona curah hujan yang relatif lebih tinggi dari biasanya,” katanya.

Untuk mengantisipasi potensi kerugian akibat cuaca buruk, ia berharap agar warga bekerja sama dengan pemerintah daerah.

“Mudah-mudahan tahun mendatang bencana kita berkurang, dan sebenarnya yang penting bagaiman kita menghadapi bencana itu,” ujarnya.

Sementara itu, diketahui telah terjadi banjir akibat curah hujan yang tinggi melanda sebagian wilayah Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah pagi kemarin. Banjir dilaporkan merusak jembatan penghubung antara Sulawesi Tengah dan Provinsi Gorontalo.

Selain itu, ratusan rumah di lima desa di Kecamatan Bukal, Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah juga terendam banjir. Desa yang terdampak banjir yaitu Mopu, Potangoan, Unone, Diat, dan Biau. Banjir terjadi setelah hujan terus mengguyur Kabupaten Buol sejak 31 Desember 2019 lalu.

“Untuk Buol, masih ada potensi hujan kedepan. Curah hujan masih lebih banyak dari hari biasanya. Kita harus siap siaga terhadap curah hujan,” ungkap Nur Alim.

Olehnya, dia mengimbau agar warga tetap waspada. Banjir di Buol sendiri terjadi akibat luapan Sungai Lantika Digo. Terkait hal itu, Kepala BPBD Kabupaten Buol menjelaskan air yang masuk ke permukiman warga sempat mencapai ketinggian 50 cm, namun terus menyurut.

“Perlahan surut. Semoga hujan tidak deras lagi. Kami masih melakukan pendataan dampak banjir ini,” jelas Kepala BPBD Buol, Abdurrasyid saat dihubungi wartawan.

Reporter: Tahmil Burhanuddin
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas