Home Politik

Sukses di Morowali Modal untuk Pilgub

326
MAJU PILGUB - Mantan Bupati Morowali, Anwar Hafid saat memberikan keterangan di hadapan wartawan di Palu, Ahad 29 Desember 2019. (Foto: Djunaedi/ Metrosulawesi)
  • Anwar Hafid Bongkar “Rahasia” Sukses Dua Periode

Palu, Metrosulawesi.id – Mantan Bupati Morowali, Anwar Hafid memastikan diri siap maju pada pemilihan gubernur (Pilgub) mendatang. Ia siap menjadi penantang semua kontestan yang akan bertarung dalam perebutan kursi kepala daerah di Sulawesi Tengah.

Kepada wartawan, Anwar yang merupakan Anggota DPR RI itu memastikan kesiapannya untuk maju pada Pilgub mendatang. Ia punya modal sukses memimpin Morowali selama dua periode sejak 2007 hingga 2018. Suksesnya selama memimpin di Morowali ingin ditularkannya ke seluruh masyarakat di Sulawesi Tengah.

Ia pun membocorkan “rahasia” suksesnya bisa terpilih dan memimpin selama dua periode di Kabupaten Morowali. Menurut dia, sejak kali pertama maju pada pemilihan bupati di Morowali, ia tidak pernah melihat siapa yang menjadi pesaingnya.

“Kalau saya maju, saya tidak pernah melihat siapa lawan saya. Karena kalau kita lihat (siapa yang menjadi pesaing) pasti saya takut, kalau sudah takut pasti kita akan kalah,” kata dia.

Sehingga, dia memastikan akan maju pada Pilgub mendatang tanpa melihat figur atau sosok tokoh yang akan menjadi pesaingnya dalam memperebutkan kursi nomor satu di Sulteng.

Anwar sendiri memastikan diri siap maju pada Pilgub mendatang karena mendapatkan dukungan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat yang merupakan partai tempat dia bernaung. Meski belum mendapat rekomendasi tertulis, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Sulawesi Tengah itu mengaku partai sudah memberi dukungan kepadanya untuk maju sebagai calon gubernur, bukan calon wakil gubernur.

“Kalau dibilang siap, saya siap. Saya sudah siap lahir batin,” ujarnya, Minggu 29 Desember 2019.

Anwar yang baru saja terpilih sebagai Anggota DPR RI periode 2019-2024 itu mengaku rela melepas statusnya sebagai perwakilan rakyat di parlemen agar bisa membantu masyarakat secara cepat dan lebih dekat.

“Latar belakang dan pendidikan saya memang adalah eksekutor, tidak pernah di legislasi. Panggilan ini harus saya sahuti, mumpung ada kesempatan. Kesempatan ini harus dimanfaatkan,” ungkap Anwar yang memulai karier birokrasinya dari jabatan Kepala Desa, Sekretaris Kecamatan hingga Bupati tersebut.

“Dengan modal empat kursi saya sosialisasikan diri ke masyarakat. Tinggal kita lihat perkembangnnya,” ujar Anwar.

Kata dia, sebagai pekerja partai, dirinya harus siap menjalankan tugas, termasuk perintah partai agar dirinya maju pada Pilgub mendatang.

“Saya maju 01, kalau 02 lebih baik di DPR RI. Itu perintah partai,” tandasnya.

Untuk bisa maju pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) nanti, Anwar Hafid harus mencari partai koalisi. Pasalnya, Partai Demokrat hanya punya empat kursi di DPRD Sulteng. Demokrat butuh lima kursi lagi untuk bisa mengusung pasangan calon (Paslon) kepala daerah pada Pilkada 2020.

Anwar pun sudah mendaftarkan diri di sejumlah partai. Ia berharap ada partai besar yang mau melirik dan mengusungnya bersama Demokrat pada Pilkada nanti.

“Saya sudah daftar di lima partai, Gerindra, Golkar, PPP, PKS dan PDI. Karena kita tidak cukup (kursi), maka bicara pasangan saat ini belum tepat. Karena kita masih butuh koalisi. Kita berusaha mencarai,” jelasnya.

Meski begitu, Anwar menyebut dirinya akan memilih figur yang bisa lebih dekat dengannya dan selalu bisa sejalan dalam setiap keputusan, agar ketika terpilih ia bisa bersinergi dalam menjalankan program pemerintahan.

“Soal figur (pasangan) menjadi pertimbangan, kalau partai koalisi tidak mendorongkan kader untuk kita, Maka kita cari kader,” kata dia.

“Kalau diri kita sudah bagus maka 02 (wakil) itu akan datang sendiri ke kita,” Anwar menambahkan.

Untuk mencari pasangan maju pada Pilkada mendatang, Anwar tak ingin salah pilih. Ia memikirkan bagaimana hubungan antara pasangan calon setelah terpilih.

“Wakil itu adalah orang yang paling dekat dengan kita. Tidak boleh ada dua kebijakan dalam pemerintahan,” katanya.

Sehingga dalam memilih pasangan dia tak ingin salah pilih.

Meski saat ini Anwar Hafid memastikan diri hanya ingin maju sebagai calon gubernur, namun setiap kemungkinan masih bisa terjadi. Dia bisa saja batal maju, atau justru maju sebagai calon wakil gubernur. Hal itu tak dipungkiri oleh Anwar.

“Nanti kedepan kita lihat perkembangannya. Saya bisa maju satu langkah, bisa mundur satu langkah atau merayap di senayan. Tapi saat ini saya siap untuk turut dalam pemilihan gubernur,” kata dia menegaskan.

“Kalau masyarakat Sulteng percaya saya, maka sukses di Morowali akan saya bawa ke Sulteng. Salah satunya soal kesehatan.”

Dia beralasan ingin memimpin Sulawesi Tengah agar bisa lebih dekat dengan rakyat. Dia ingin membantu rakyat lebih cepat tanpa harus melalui lobi-lobi politik yang berbelit-belit di senayan.

Reporter: Tahmil Burhanuddin
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas