Amir, salah satu pedagang yang menjual bambu di bilangan Jalan Miangas, Kelurahan Lolu Selatan, Kecamatan Palu Timur. (Foto: Fikri Alihana/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Di setiap tahunnya menjelang hari Natal dan Tahun Baru menjadi momen bagi pedagang bambu. Seperti yang terlihat di pinggiran jalanan ibu kota Provinsi Sulawesi Tengah ramai dengan para pedagang musiman.

Amir, salah satu pedagang yang menjual bambu di bilangan Jalan Miangas, Kelurahan Lolu Selatan, Kecamatan Palu Timur mengungkapkan omset pendapatan yang dihasilkan selama dua hari berdagang biasa hanya mencapai Rp500 ribu. Dirinya mengaku karena sudah terbiasa jadi terkait untung dan ruginya mereka tidak rasakan.

“Ini karena satu tahun sekali, makanya kita sering berdagang di sini. Kami tidak mengaharapkan keuntungan dari sini yang penting kita bantu masyarakat. Kalau dapat lebih dan sedikit yah harus kita syukuri dari menjual bambu,” ungkapnya, Senin (30/12).

Pria berumur 62 tahun ini sehari-harinya merupakan petani di Desa Petimbe, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi dan sudah hampir 10 tahun menjadi pedagang musiman. Sedangkan, harga bambu yang dijualnya cukup sangat bervariatif mulai dari harga Rp2 ribu sampai dengan Rp5 ribu/batang.

“Sebelum natal ada sekitar 50 batang dan jelang tahun baru dijual sekitar 20 batang bambu. Kadang juga tidak habis dibeli dan hanya kami tinggalkan saja di sini, ini digunakan sebagai alat pembuat nasi bambu,” jelas Ayah dua anak ini.

Sementara itu, ia dan pedagang bambu lainnya juga menyewa kendaraan untuk mengangkut barang dagangan dari wilayah Kabupaten Sigi dengan biaya Rp1.000/batang. Sedangkan, jarak dari rumah ke tempat mencari bambu sejauh 5 kilometer.

“Ini semua dimuat di mobil pakai biaya sendiri, kalau bambu kami cari sampai ke dalam hutan 1 sampai 5 kilometer, bahkan kami cari ke desa sebelah,” ucapnya.

Ia mengungkapkan para pedagang juga membayar uang kebersihan sebesar Rp25 ribu di daerah tersebut. Sementara, ia mengatakan omset pengahasilan di tahun 2018 sangat cukup lumayan banyak dibandingkan tahun ini.

“Tahun kemarin banyak walaupun dilanda bencana, tahun ini menurun mungkin karena sebagian masyarakat pergi mudik. Kami berharap agar omset jelang tahun baru naik dari hari natal,” harapnya.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Pataruddin

Ayo tulis komentar cerdas