Home Palu

Empat Syarat Percairan Dana Stimulan

7890
Wali Kota Palu, Hidayat. (Foto: Dok Metrosulawesi)
  • Wali Kota Minta Korban Bencana Percepat Urus Persyaratan

Palu, Metrosulawesi.id – Wali Kota Palu, Drs Hidayat MSi, meminta warga korban bencana yang rumahnya rusak berat, sedang dan ringan untuk mempercepat mengurus persyaratan pencairan dana stimulan.

“Dana stimulan untuk rumah rusak berat, sedang dan ringan, itu sudah siap di bank. Cuma untuk mencairkan uang itu harus ada tahapan-tahapannya. Oleh karena itu saya minta semua warga untuk mempercepat,” katanya saat menghadiri acara syukuran HUT ke-5 KWSLP (Kerukunan Warung Sari Laut Palu) di Taman Kota Palu, Ahad 29 Desember 2019.

Terkait dengan proses pencairan dana stimulan itu, saat ini kata Hidayat, pihak BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kota Palu tengah merekrut tenaga-tenaga pendamping. Mereka nantinya akan membantu membuat RAB (rencana anggaran bangunan) terhadap rumah rusak yang akan dibangun atau diperbaiki.

“Setelah RAB-nya dibuat. Nanti akan diperlihatkan kepada pemilik rumah. Kalau pemilik rumah setuju, maka pemilik rumah harus menandatangani secara bersama-sama dengan pendamping,” kata Wali Kota.

Selain RAB, ada tiga syarat lain untuk pencairan dana stimulan itu kata Wali Kota. Yakni: KTP (kartu tanda penduduk), KK (kartu keluarga) dan bukti kepemilikan atas tanah dan bangunan.

“Setelah empat syarat itu lengkap, baru bisa ke bank untuk mencairkan dana stimulan,” jelas Hidayat.

Pencairan dana stimulan itu lanjut Wali Kota, akan ditransfer langsung ke rekening pemilik rumah yang bersangkutan.

“Tidak lagi diawasi. Terserah komiu. Tapi saya ingatkan, dananya jangan dipakai untuk kawin. Dana itu untuk dibangunkan rumah,” ujar Hidayat.

Bagaimana dengan rumah yang sudah perbaiki oleh pemiliknya? “Rumah yang sudah diperbaiki tetap dibayarkan. Tetapi harus sudah terdata lebih dulu,” jawabnya.

Terkait dengan persoalan data menurut Wali Kota Palu itu, saat ini masih ada kekurangan sebanyak 8.000 data yang belum masuk. Data rumah rusak yang masuk ke BPBD Kota Palu baru mencapai 38.805 unit rumah rusak berat, sedang dan ringan.

Data terbaru kata Hidayat, masih ada 15 ribu lebih lagi rumah rusak yang belum masuk. Data ini sudah dilaporkan ke BNPB (Badan Nasionan Penanggulangan Bencana).

“Namun oleh BNPB meminta agar yang diselesaikan dulu yang 38 ribu itu, baru melayani yang 15 ribu,” jelas Hidayat.

Tidak hanya persoalan data. Masalah lahan menurut Wali Kota, masih perlu mendapat perhatian calon penerima stimulan. Masih ada lahan atas nama orangtua. Di atas lahan itu berdiri dua hingga tiga rumah dari ahli waris.

“Lahan-lahan seperti ini harus segera dibalik nama. Segera ajukan ke lurah dan camat. Gratis tidak dipungut biaya. Kalau ada yang minta dana, laporkan ke saya,” tegas Hidayat.

Wali Kota meminta agar korban bencana yang belum mengerti proses pencairan dana stimulan untuk bertanya kepada instansi terkait, yang mengerti soal stimulan.

“Jangan dengar orang pintar, tetapi tidak tahu soal proses pencairan stimulan. Kalau ada yang belum tahu, silakan datang ke rumah saya,” katanya.

Reporter: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas