Moh. Yusuf Lamakampali. (Foto: Metrosulawesi/ Tamsyir Ramli)
  • Yusuf Lamangkapali Klarifikasi Pernyataan Bupati Donggala

Donggala, Metrosulawesi.id – Koordiantor kabupaten pemilihan kepala desa serentak Donggala, Yusuf Lamangkapali mengklarifikasi pernyataan Bupati Donggala Kasman Lassa yang dimuat Metrosulawesi bahwa pilkades Panggalasiang yang sah adalah pilkades yang dilaksanakan 7 Desember.

“Pilkades di Desa Panggalasiang hanya satu kali saja. Tujuh Desember tidak ada pilkades, yang sah itu Pilkades 14 Desember,” kata Yusuf di ruang kerjanya Kamis (26/12/2019).

“Saya sudah izin dengan Pak Bupati meluruskan pemberitaan sebelumnya di media Metrosulawesi,” sebutnya.

Yusuf mengatakan, proses pilkades di Desa Panggalasiang itu memang terjadi kekisruhan. Namun di tengah kekisruhan itu, panitia kabupaten tidak menutup mata, komunikasi dengan panitia desa terus terjalin.

“Ada surat dari panitia Pilkades desa bernomor 005/pan-pildes/XII/2019 isinya mereka meminta penundaan pelaksanaan Pilkades serentak pada 7 Desember. Kami pun menjawab surat itu menyesuaikan dengan panitia di desa, dan akhirnya disepakati pilkades Panggalasiang tanggal 14 Desember. Jadi tidak ada itu pilkades 7 Desember, Pilkades yang  sudah dilakukan 7 Desember kemarin saya tegaskan tidak sah dan cacat prosedur,” sebutnya.

Dijelaskan Yusuf bentuk ketidaksesuaian atau cacat prosedural pelaksanaan pilkades pada 7 Desember adalah surat panggilan pencoblosan tidak dibubuhi stempel resmi panitia pilkades. Kemudian pada Peraturan Bupati Nomor 21 tahun 2019 tentang Pilkades  juga dilanggar. Pada pilkades 7 Desember, kata dia, tiga anggota BPD melaksanakan pilkades tanpa persetujuan ketua BPD-nya.

Olehnya, kata Asisten I Pemkab Donggala ini secara administrarsi proses pilkades desa Panggalasiang itu yang sah dan benar adalah tanggal 14 Desember berdasarkan surat permintaan penundaan pilkades dari panitia.

“Tidak ada itu Pilkades 7 Desember di Panggalasiang, kami berkesimpulan BPD melampaui tugasnya, dalam Perbup sudah ditegaskan BPD bertugas menunjuk panitia pilkades bukan mengambil alih tugas panitia pilkades, sekali saya tegaskan pilkades yang sah itu adalah 14 Desember 2019,” jelasnya.

Reporter: Tamsyir Ramli
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas