BERDESAK-DESAKAN - Ribuan Penumpang yang akan menaiki KM Lambelu, saat bersandar di Pelabuhan Pantoloan Palu, Kamis 26 Desember 2019. (Foto: Metrosulawesi/ Djunaedi)
  • Memantau Arus Mudik Libur di Akhir 2019

Palu, Metrosulawesi.id – Puncak arus mudik libur tahun baru 2019, jalur transportasi laut di Pelabuhan Pantoloan, Kota Palu, terjadi pada Kamis 26 Desember 2019 siang, saat KM Lambelu, yang merupakan kapal terakhir yang berangkat dari pelabuhan Pantoloan Palu, di Tahun 2019.

Pantauan Metrosulawesi di Pelabuhan Pantoloan Palu, sekira pukul 10.00 Wita, KM Lambelu yang sandar di anjungan Pelabuhan Pantoloan Palu, dari Pelabuhan Nunukan, tiba dengan membawa sebanyak 450 penumpang, yang kemudian, sebanyak sekitar 1.300 penumpang naik kapal dengan rute pelayaran ke Pelabuhan Balikpapan.

Saat kapal tersebut tiba, petugas medis yang sudah disiagakan, dibantu Tim kesehatan dari Basarnas Provinsi Sulteng. Sebelum penumpang umum turun dari kapal, terlebih dahulu mengevakusai dua penumpang yang sakit.

Membludaknya jumlah penumpang itu membuat para penumpang berdesak-desakan di pintu masuk menuju geladak kapal. Padahal petugas di pelabuhan sudah menyiapkan dua tangga untuk yang berangkat maupun turun dari kapal.

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Teluk Palu, Abd Rahman mengatakan, lonjakan penumpang arus mudik libur akhir tahun 2019, kemarin, mengalami kenaikan lebih dari 100 persen.

“Pada hari-hari biasanya sekitar 600 orang penumpang, dan hari ini sampai 1.300 orang penumpang,” ungkap Abd Rahman.

Rahman, juga menyampaikan bahwa penumpang terbanyak yang berangkat dari Pelabuhan Pantoloan Kota Palu, adalah penumpang tujuan Balikpapan. Kemudian tujuan Surabaya, dan sejumlah daerah di Ternate dan Pulau Papua.

Dalam proses kedatangan maupun pemberangkatan, tidak ada kendala yang berarti, walau memang terlihat para penumpang ada juga yang berdesakan, dikarenakan ketidaksabaran para penumpang. Namun dengan sigap personel yang tergabung dalam Ops Lilin Tinombala 2019, yang disiagakan di Pelabuhan pantoloan bertindak mengurai penumpang yang berdesakan.

“Seluruh stakeholder yang terlibat baik TNI-Polri, Basarnas, tim medis, Pelni, bekerja sama untuk mengantisipasi seluruh kemungkinan kejadian yang tidak diharapkan.Tidak ada kendala yang berarti, semua lancar,” tambahnya.

Sementara itu, untuk dari keamanan pada puncak arus mudik libur tahun baru 2019, jalur transportasi laut di Pelabuhan Pantoloan, Pihak Kepolisian Sektor (Polsek) KP3 Pantoloan, sudah menyiagakan personelnya yang tergabung dalam Ops Lilin Tinombala 2019, dibeck up dari TNI, Basarnas serta tim medis dari Dinas Kesehatan.

Kapolsek Kesatuan Pelaksanaan Pengamanan Pelabuhan (KP3) Pantoloan, Ipda Syarif, saat ditemui mengatakan, dalam pengamanan tersebut, pihaknya tetap melaksanakan sesuai dengan SOP pengamanan, mulai dari pemeriksaan barang bawaan penumpang yang di curigai, hingga menjaga kenyamanan penumpang yang turun maupun naik ke kapal.

“Kami razia seluruh penumpang yang membawa barang, jangan sampai ada barang mencurigakan, salah satunya narkoba, serta juga mencari DPO,” ucapnya.

Syarif juga mengatakan bahwa, Tingginya jumlah penumpang mendorong pihak Polsek KP3 Pantoloan untuk memaksimalkan pengamanan dari barang mencurigakan, dan hingga saat ini pihaknya tidask menemukan barang mencurigakan.

Sementara itu salah seorang penumpang, Ruslan warga Kariango, Kalimantan Timur, yang bekerja di Kota Palu, bersama keluarganya memilih berangkat menggunakan transportasi laut, dikarenakan mengirit pengeluaran, dikarenakan harga tiket pesawat Palu-Balikpapan sangatlah tinggi, dan dirinya memustuskan untuk menunggu beberapa hari, agar dapat berangkat ke kampung halamanya dengan kapal laut.

“Kalau naik Pesawat harga tiketnya tinggi Ms, mending menunggu dua hari tiketnya murah, dan bisa bersama keluarga di atas kapal laut, berlibur ke kampung halaman.Lagian hanya 8 jam sudah tiba di Balikpapan,” ucapnya.

KM Lambelu dengan penumpang sebanyak 1.300 orang itu memulai pelayaran dari Pelabuhan Pantoloan Kota Palu sekitat pukul 11.35 wita.

Reporter: Djunaedi
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas