Kunjungan Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MAN) 2 Kota Palu. (Foto: Fikri Alihana/ Metrosulawesi)
  • Program Pertanian Masuk Sekolah

Palu, Metrosulawesi.id – Melalui program tani masuk sekolah yang dikembangkan oleh Badan Ketahanan Pangan Kementrian Pertanian, Kamis (26/12/2019) meninjau langsung dua sekolah yang menjadi percontohan dibidang tersebut. Dua sekolah tersebut adalah Madrasah Tsanawiyah Negeri (MAN) 2 Kota Palu dan SMAN 1 Sigi.

Kasubbid Analisis Harga Pangan Konsumen Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian, Arifayani menjelaskan hal ini dilaksanakan untuk menumbuhkan minat generasi muda dan memperkenalkan pertanian. Begitu pun ke depan mereka bisa secara mandiri dalam menyediakan pangan untuk masyarakat.

“Untuk Sulteng bantuan per sekoah Rp50 juta yang diperuntukan bagi pembangunan fasilitas mulai dari pembibitan, pengelolaan tanaman, termasuk dengan hidroponik hingga pada penanaman holtikultura, dan itu sebagai dukungan dari kami,” jelasnya.

Sementara itu, ia mengatakan program ini dimulai Oktober-November 2019. Sedangkan, tahun 2020 mendatang kegiatan tersebut akan diperluas lewat dukungan penyuluhan dan pembinaan dari Dinas Pangan Provinsi Sulawesi tengah.

“Jangka panjang pasti ada dan berkelanjutan, sehingga bisa mereka terapkan ke depannya. Secara garis besar tanaman sayur-sayuran, seperti kangung, tomat, dan cabai,” katanya.

Ia mengatakan, dalam penerapan konsep ini para siswa diperkenalkan berbagai jenis sayuran dan tanaman yang akan dibudidayakan. Mereka juga dilatih cara memploting lahan serta pengendalian hama dan penyakit.

“Selain itu, para siswa diberi penjelasan bagaimana besarnya manfaat dan nilai ekonomis hasil pertanian. Begitu pun aktivitas dilakukan secara menyenangkan untuk memberi kecintaan siswa terhadap kegiatan ini dengan harapan mereka mampu mereplikasinya di rumah,” katanya.

Ia berharap di sekolah yang menjadikan pertanian menjadi ekstra kulikuler, tidak hanya diajarkan masalah budidaya, tetapi bagaimana menjadi entrepreneur di bidang pertanian. Selain itu, Arifiyani juga berpesan bahwa Tani Masuk Sekolah tidak boleh mati dan harus terus dikembangkan.

“Saya bangga, ternyata ekstra kurikulernya adalah pertanian dan ini bagus sekali. Program ini kalau mati, pelajaran kewirausahaannya berarrti gagal,” ujarnya.

Menurutnya, upaya penerapan program Pertanian Masuk Sekolah (PMS) sebagai materi pembelajaran siswa dianggap penting untuk mengatasi masalah regenerasi petani.

“Langkah fundamental ini perlu dilakukan untuk memastikan bahwa sektor pertanian sangat menjanjikan sebagai sebuah profesi yang bisa menjadi hobi bagi kaum urban dan trendy sebagai gaya hidup modern,” ujarnya menambahkan.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Pataruddin

1 COMMENT

Ayo tulis komentar cerdas