Kepala SDN 22 Dombu, Kecamatan Marawola Barat, Ajeks saat menurunkan bangku sekolah di Kantor DPRD Sigi, Jumat, 20 Desember 2019. (Foto: Ariston Aporema Sorisi/ Metrosulawesi)

Sigi, Metrosulawesi.id – Relawan Makanan Untuk Semua (MUS) yang difasilitasi oleh Ketua Komisi I, Imran Ladjedi memberikan bantuan bangku sekolah di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 22 Dombu, Kecamatan Marawola Barat, beberapa waktu lalu.

Hal ini terkait video yang sempat viral di media sosial, yang memperlihatkan kurangnya bangku sekolah di SDN 22 Dombu, Kecamatan Marawola Barat. Namun demikian, bangku sekolah tersebut dipulangkan oleh pihak sekolah dengan alasan tidak ada tanda terima.

“Saya tidak bisa pertanggungjawabkan. Karena ini adalah aset,” jelas Kepala SDN 22 Dombu, Ajeks saat mengembalikan bangku tersebut di kantor DPRD Sigi, Jumat, 20 Desember 2019.

Terkait bantuan itu, Bupati Sigi, Moh Irwan angkat bicara. Ia mengatakan, oknum anggota DPRD Sigi tersebut harus paham tentang aturan pemberian bantuan hibah dan bantuan sosial (bansos).

“Barang bantuan sekecil apapun, itu harus tercatat sebagai aset, ketika ada pemeriksaan dari BPK, ini akan jadi temun,” tegasnya sembari memperlihatkan surat edaran nomor: 045.2/114.77/ SETDA, Minggu, 22 Desember 2019.

Irwan mengatakan, bantuan sekecil apapun apalagi terkait dengan pendidikan, pasti diterima. Tapi, cara serta mekanismenya harus sesuai prosedur.

“Barang itu (bantuan kursi) masuk tidak prosedur. Ketika kepala sekolah menerima bantuan tersebut, pastilah dia kordinasi dengan dinas terkait, karena bantuan tidak diketahui oleh dinas. Ya dia pulangkan, daripada jadi masalah. Jadi bukan instruksi bupati,” jelasnya.

Ia juga mengatakan, kalau memang niat relawan atau mau membantu pendidikan di Kabupaten Sigi, kenapa tidak dari dulu ketika Desa Bangga terjadi banjir, yang mengakibatkan beberapa sekolah rusak parah.

“Dua sekolah di Bangga itu kami sudah anggarkan” tandasnya.

Untuk sekolah yang jauh dijangkau, Irwan membenarkan, bahwa kurangnya peran pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sigi.

Moh Irwan berharap, peran serta dari Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Sigi dalam hal memperhatikan saran dan prasarana harus lebih maksimal.

“Dinas Pendidikan dan kepala Sekolah harus saling komunikasi terkait sarana dan prasarana pendidikan,” tegas bupati.

Irwan akan menurunkan tim investigasi. Menurut informasi yang ia dapat, bahwa guru di SDN 22 Dombu jarang masuk sekolah.

“Semua kita akan periksa. Nanti kita turunkan inspektorat, kita ini ada sistem birokrasi. Kepala sekolah atau guru yang memviralkan video itu, karena dia sebagai aparatur sipil negara, ya berhak dong kita perikasa, dia sebagai guru, wajar pemda pertanyakan.” tegasnya.

Reporter: Ariston Aporema Sorisi

Ayo tulis komentar cerdas