SAMBUTAN - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Palu, AKBP Abire Nusu, didampingi jajaranya saat sampaikan sambutan di kegiatan konferensi pers, di salah satu ruangan kantornya, Senin, 23 Desember 2019. (Foto: Djunaedi/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Palu, AKBP. Abire Nusu, mengungkapkan, selama 2019, BNNK Palu telah mengungkap atau memberantas lima kasus dengan menangkap sembilan orang tersangka.

“Dari sembilan orang tersangka diperoleh barang bukti sabu-sabu 21,267 gram, ganja 1,0862 gram. Jika dibandingkan dengan tahun lalu, kita hanya menangani tiga kasus, olehnya itu, tahun ini sedikit meningkat menjadi lima kasus yang kami berantas,” kata Abire, di Palu, Senin, 23 Desember 2019.

Abire mengatakan, pada 2019, yang direhab itu untuk kategori laki-laki sebanyak 202 orang, sementara perempuan 4 orang. Sedangkan dari segi umur, paling banyak adalah anak dibawah 18 tahun atau pelajar SMP yang jumlahnya mencapai 103 orang.

“Maka pada 2020 kami akan mengajak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu, agar bagaimana kita bersama-sama mencegah pengunaan narkoba di tingkat pelajar. Karena di Palu ini, yang di sasar sepertinya pelajar SMP, yang kategori anak dibawah umur,” jelas Abire.

Menurut Abire, pada 2020 rencana aksi semoga lebih mantap lagi, karena rencananya dibuat pada 2019. Dia pun mengakui masih ada instansi yang belum berperan. Padahal sebenarnya, kata Abire, sesuai instruksi Presiden RI, yang berperan aktif dalam melaksanakan P4GN itu dibebankan kepada Pemerintah Daerah.

Selain itu kata Abire, untuk 2019, BNNK Palu ditarget untuk menyelesaikan dua berkas atau kasus penyalahgunaan narkoba, namun anggota BNNK Palu mampu memaksimalkan peran menangani lima berkas dengan anggaran yang cukup minim. Bahkan di 2020, kata Abire, hanya diberikan target satu kasus. Olehnya itu pihaknya berharap mungkin ada bantuan dari Pemerintah Daerah, seperti dana hibah terkait penanganan kasus narkoba.

Terkait pemberdayaan dan pencegahan narkoba di kalangan masyarakat, Abire mengatakan, pihaknya telah melakukan beberapa kegiatan yang berkaitan dengan itu, yang didukung oleh DIPA maupun non DIPA.

“Dimana 2018 ada instruksi Presiden Nomor 6 mengenai BNN untuk melaksanakan aksi, sehingga yang dikedepankan adalah pemerintah kota, maka melalui instruksi itu, Pemkot Palu telah menetapkan wilayah yang diprogramkan bernama Kecamatan Bersih dari Narokaba (Bersinar), bahkan Wali Kota telah membentuk tim terpadu di seluruh kecamatan yang ada di Kota Palu,” ujarnya.

Dalam kegiatan pemberdayaan ini, kata Abire, BNNK Palu juga telah membentuk pegiat atau relawan, yakni Satgas Anti Narkoba, sebanyak 80 orang. Sedangkan Satgas pada tingkat SMP negeri dan swasta se-Kota Palu berjumlah 1.476 orang, yang dibentuk di 42 SMP, dan dari mahasiswa berjumlah 203 orang.

“Di bidang rehabilitasi, selama 2019, kami telah merehab kurang lebih 206 orang, dimana bentuk rehabnya ada tiga, untuk rawat jalan  sebanyak 114 orang, rawat inap yang berada di Klinik Agung Kota Palu sebanyak 63 orang, inap di Balai Baddoka12 orang, serta di Tanah Merah Samarinda 6 orang. Ada juga kami rujuk ke Rumah Sakit sebanyak 11 orang,” katanya.

Abire mengatakan, dari rehabilitasi ini, pihaknya dibantu oleh Pemerintah Kota Palu dalam bentuk biaya transportasi kepada 10 orang yang tidak mampu untuk diberangkatkan ke Balai Rehab, baik itu di Baddoka maupun Tanah Merah. Sebab selama ini, biaya rehab ditanggung pihak keluarga.

“Olehnya itu apabila ada warga berdomisili di Kota Palu, yang mungkin punya keluarga terpapar narkoba, tetapi tidak mempunyai biaya untuk melakukan rehabilitasi, silahkan saja laporkan ke BNNK untuk dikomunikasikan dengan Dinas Sosial Palu. Sebab Wali Kota Palu mempercayakan Dinsos untuk mengerjakan program bantuan tersebut,” ungkapnya.

Reporter: Moh Fadel, Djunaedi
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas