Prof Mahfudz. (Foto: Dok Humas Untad)

Palu, Metrosulawesi.id – Rektor Universitas Tadulako (Untad), Prof. Dr. Ir. H. Mahfudz MP, mengungkapkan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) yang diraih seorang mahasiswa tidak bisa menjadi jaminan kesuksesan di kemudian hari. Sebab menurut Rektor yang diutamakan saat ini yakni kompetensi.

“Saya sepakat dengan pak menteri (Mendikbud) bahwa IPK tidak menjamin kesuksesan. IP hanya sebagai syarat untuk diterima karena yang menentukan lulus berdasarkan psikotes dan kemampuan berbahasa inggris,” ungkap Prof Mahfudz melalui pesan almamaternya saat melepas wisudawan ke-100 lulusan Universitas Tadulako di Aula Fakultas Kedokteran Untad, Kamis, 19 November 2019.

Pof Mahfudz berharap alumni Untad terus meningkatkan kompetensi SDM (sumber daya manusia). Alumni Untad juga harus terus meningkatkan kreatifitas dan kemampuan bekerjasama.

“Anak-anak ku, silakan berkompetisi dengan dunia luar, dengan bekal yang dimiliki dari Universitas Tadulako,” tandas Prof Mahfudz.

Diberitakan sebelumnya, Rektor dalam kesempatan wisuda ke-100 menawarkan wisudawan terbaik tingkat universitas menjadi dosen di Untad. Tentunya kata Rektor harus melanjutkan studi strata dua (S2) terlebih dahulu yang akan ditanggung Untad melalui program Bidikmisi.

Wisudawan terbaik tersebut bernama Hijrianti dari Fakultas Peternakan dan Perikanan dengan IPK 3,95 predikat pujian masa studi 3 tahun 1 bulan 26 hari. Hijrianti dikatakan Rektor selama menjalani studi S1 merupakan mahasiswa penerima bantuan Bidikmisi.

“Karena yang bersangkutan (Hijrianti,red) adalah penerima Bidikmisi maka ada dua hal yang saya sampaikan. Pertama jika mau melanjutkan studi S2 ilmu-ilmu pertanian, saya beri kesempatan untuk lanjut. Yang kedua, jika ananda selesai S2, saya sebagai Rektor akan menerima menjadi dosen,” ujar Prof Mahfudz.

Menurut Prof Mahfudz, penawaran tersebut disampaikan untuk memotivasi mahasiswa lainnya. Rektor mengingini mahasiswanya berpacu dengan waktu untuk menyelesaikan studinya masing-masing. Saat wisuda angkatan 99, Rektor juga memberikan penghargaan kepada wisudawan terbaik tingkat universitas. Beasiswa tersebut diberikan kepada Nunung Jumiati Paja, dari Fakultas Ekonomi yang menyelesaikan kuliah program sarjana (S1) dengan IPK 3,89 predikat pujian (cumlaude) sebagai wisudawan terbaik tingkat universitas. Nunung juga tercatat sebagai wisudawan terbaik dari Fakultas Ekonomi dengan masa studi 3 tahun, 11 bulan, 26 hari.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas