Kepala BPJAMSOSTEK Kota Palu, La Uno saat memberikan penerangan. (Foto: Metrosulawesi/ Tahmil Burhanuddin)
  • Memasyarakatkan BPJAMSOSTEK

Palu, Metrosulawesi.id – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan memberikan angin segar kepada seluruh peserta lembaga jaminan sosial tersebut. Pasalnya, Presiden telah menandatangani Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 82, terkait peningkatan nilai manfaat peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Lembaga yang mengganti nama sebutan dari BPJS Ketenagakerjaan menjadi BPJAMSOSTEK itu berupaya untuk memberikan pelayanan terbaik bagi para pekerja. Olehnya, melalui PP 82 yang segera diberlakukan tersebut, pihak BPJAMSOSTEK berharap masyarakat bisa merasakan manfaat lebih dari kepesertaan mereka.

“Di ulang tahun kami (BPJS Ketenagakerjaan) yang ke-42, Presiden sudah menandatangani PP 82. Ini menggembirakan. Jadi, manfaat dinaikkan sesuai PP 82/2019. Nah, kenaikan manfaat ini tanpa diikuti oleh kenaikan iuran,” ungkap Kepala BPJAMSOSTEK Kota Palu La Uno kepada wartawan, Rabu 18 Desember 2019.

La Uno juga berharap dengan adanya perubahan sebutan tersebut masyarakat bisa semakin mengenal lembaga penjamin tenaga kerja tersebut. Sehingga, masyarakat tidak lagi menganggap BPJS hanya ada satu, yakni penjamin kesehatan.

“Jadi kita ingin memasyarakatkan BPJS Ketenagakerjaan, dan mendaftarkan masyarakat di BPJS Ketenagakerjaan,” ujarnya.

Meskipun belum diketahui pasti kapan PP 82 tersebut efektif diimplementsikan, namun pihak BPJAMSOSTEK memperkirakan PP 82 tentang kenaikan nilai manfaat peserta BPJAMSOSTEK tersebut akan mulai diberlakukan awal tahun 2020 nanti.

Banyak manfaat yang bisa diterima oleh peserta BPJAMSOSTEK melalui program-program mereka, baik lewat program kecelakaan kerja, meninggal dunia maupun manfaat jaminan hari tua atau pensiunan.

Antara lain manfaat yang bisa diterima oleh peserta BPJAMSOSTEK adalah biaya perawatan kecelakaan kerja, santunan sementara tidak mampu bekerja, santunan kematian dan masih banyak manfaat lainnya..

“Jadi kita berupaya untuk meningkatkan manfaat yang diterima masyarakat, kita tidak ingin ketika mereka kehilangan pekerjaan membuat mereka kesulitan. Jadi sekarang masyarakat harus bisa membedakan antara BPJS Kesehatan dengan BPJS Ketenagakerjaan,” jelas dia.

Reporter: Tahmil Burhanuddin
Editor: Pataruddin

Ayo tulis komentar cerdas