Home Sulteng

Dishub: Puncak Arus Mudik Natal Pekan Depan

216
Sumarno. (Foto: Dok Metrosulawesi/ Michael Simanjuntak)

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Bidang Angkutan Jalan, Keselamatan dan Perkeretaapian Dinas Perhubungan (Dishub) Sulteng, Sumarno, memprediksi puncak arus mudik Natal terjadi pekan depan pada 23-24 Desember 2019.

“Biasanya memang H-3 atau H-2 puncaknya karena libur Natal nanti setelah tanggal 20 Desember,” ujar Sumarno, Senin, 16 Desember 2019.

Dia mengatakan saat ini kondisi jalan di wilayah Sulawesi Tengah secara umum tidak ada yang menghawatirkan. Namun demikian kewaspadaaan dan kehati-hatian harus tetap diutamakan.

“Jalan bagus, ke Luwuk, Tolitoli bagus. Paling cuma di Kebun Kopi yang sekarang masih buka-tutup, tapi H-5 Natal nanti sudah dibuka semua,” ucap Sumarno.

Sumarno menuturkan sejumlah alat berat tetap disiagakan di beberapa titik di jalur yang rawan longsor. Tujuannya untuk memudahkan evakuasi jika terjadi longsor dengan bekerjasama pihak terkait.

“Dari Balai Jalan nanti yang siapkan untuk antisipasi trouble seperti longsor dan lainnya,” tuturnya.

Sumarno menambahkan pihaknya juga menyiapkan rest area di tempat-tempat tertentu, salah satunya Jembatan Timbang Kayumalue dan Toboli. Rest area ini bisa dimanfaatkan para pemudik atau sopir untuk beristirahat.

Dishub juga memastikan akan melakukan ramp check terhadap armada bus pengangkut pemudik pada pekan depan. Ramp check dilakukan bersama instansi terkait yang bertujuan untuk menjamin keselamatan pemudik yang ingin pulang ke kampung halaman.

“Kita berharap arus mudik tahun ini jangan ada insiden, kita tidak menginginkan itu,” tandas Sumarno.

Saat mudik Hari Raya Idul Fitri 1440 H/2019 pada Mei lalu, Dishub bersama BNN setempat melakukan tes urine kepada semua sopir angkutan mudik di daerah itu. Tujuan tes urine agar menjamin sopir angkutan mudik terbebas dari pengaruh narkoba. Hal itu demi keselamatan pemudik yang menggunakan jasa angkutan umum. Selain itu, sopir juga harus terbebas dari pengaruh minuman alkohol yang biasanya dikonsumsi untuk menghilangkan kantuk. Sebab menyetir dalam kondisi setengah mabuk sangat mengancam keselamatan penumpang.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas