Rosida Thalib. (Foto: Moh Fadel/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Palu, Rosida Thalib, mengaku, sangat bersyukur atas izin pusat untuk penambahan jumlah operator di Disdukcapil Palu sebanyak 32 orang.

“Awalnya saya menjabat di Dukcapil Palu operator hanya lima, ketika saya minta di pusat diberikan izin ketambahan 32 operator, sehingga dengan ketambahan ini antrean di kantor kami sudah tidak terlalu ramai atau lama lagi. Palingan masyarakat antrean hanya pagi, pada siang hari sudah mulai berkurang,” kata Rosida, di Palu, belum lama ini.

Yang jelas, kata Rosida, sistem di Disdukcapil Palu mulai diubah, agar warga yang mengurus dokumen kependudukanya tidak terlalu lama lagi antrean.

Sementara itu mengenai Anjungan Dukcapil Mandiri (ADM), Rosida mengungkapkan, kemungkinan Kota Palu belum mengadakan ADM itu.

“Jika dana ada mungkin kita akan lakukan juga seperti di pusat, saya juga belum bisa menjamin terkait ADM itu, karena Pemerintah Kota Palu maupun provinsi masih fokus di Pilkada, sebab membutuhkan anggaran yang cukup besar,” ungkapnya.

Selain itu, kata Rosida, pihaknya juga berencana tahun depan masyarakat sudah bisa mendaftar secara online dalam mengurus dokumen kependudukannya, seperti akte kelahiran. Olehnya itu, pihaknya mungkin akan ke pusat meminta agar Disdukcapil Palu bisa online melakukan kepengurusan akte kelahiran.

“Jadi nanti masyarakat sudah bisa print sendiri akte kelahirannya di rumah, masyarakat hanya tinggal daftar lewat online datanya, kemudian kita verifikasi datanya. Jika disetujui,  maka masyarakat itu bisa print sendiri akte kelahirannya, sehingga tidak perlu lagi ke kantor Disdukcapil. Terobosan ini juga untuk menghemat biaya, seperti kertas dan lainnya, sehingga saya tidak perlu lagi beli-beli barang,” ujarnya.

Rosida menegaskan, jika perlu tidak lagi masyarakat datang ke Kantor Dukcapil, semua urusan dokumen kependudukan bisa online.

“Bahkan Kartu Keluarga sudah boleh juga daftar lewat online, namun datang print di kantor, sebab printnya itu khusus untuk KK. Warga juga bisa print sendiri di kantor dan tidak lagi lewat operator, sebab operator nantinya kerja di belakang, tidak ada lagi berhadapan dengan masyarakat,” ungkapnya.

Reporter: Moh Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas