Home Poso

Ribuan Hektar Sawah di Poso Kekurangan Air

Suratno. (Foto: Ist)

Poso, Metrosulawesi.id – Kurang lebih lima ribu hektare sawah yang tersebar di wilayah Pamona bersaudara dan wilayah lainnya belum bisa ditanami padi sesuai  jadwal. Hal itu dikarenakan kekurangan air irigasi akibat kemarau yang terjadi pada waktu lalu meskipun irigasi di wilayah poso sudah cukup tersedia. Kurangnya curah hujan sangat mempengaruhi, sehingga air pada saat itu tidak mencukupi.

Masalah itu diungkapkan kepada tim monitoring penyaluran benih dari Direktorat Perbenihan Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian RI yang tengah berkunjung di Poso dalam rangka monitoring dan evaluasi penyaluran bantuan benih padi dan jagung dari pemerintah.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Poso, Suratno SP Msi kepada awak media  mengakui bahwa para petani telah menerima  bantuan benih padi dan jagung sejak Oktober lalu. Tetapi karena curah hujan sangat rendah maka bantuan benih tersebut sebagian besar belum tertanam. Padahal, kata dia tahun-tahun sebelumnya berturut – turut Kabupaten Poso mendapat penghargaan luas tanam terluas. Tahun ini pesimis target luas tanam (LTT) padi dan jagung dapat tercapai karena kekurangan air.

“Dari target LTT sampai Desember ini lebih kurang 5.200 ha. Yang bisa tanam kurang lebih baru seribu hektare. Kami sudah mengupayakan bantuan pompa dari Kementerian Pertanian, namun hanya dapat bantuan 30 unit pompa yang kapasitasnya kecil masih sangat jauh dari kebutuhan yang kami ajukan proposal ke pusat 100 unit yang kapasitasnya besar 7 inchi. Namun yang muncul hanya 30 unit kapasitas 3 inchi. Namun demikian kami atas  nama pemda dan masyarakat tani kabupaten Poso mengucapkan terima kasih sudah dibantu air meskipun belum mencukupi,” ujarnya.

Dia berharap Kementerian Pertanian dapat memberikan tambahan pompa air lagi untuk mengejar target tanam padi sehingga  produksi padi dan jagung dapat swasembada pangan khususnya masyarakat kabupaten Poso.

Reporter: Saiful
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas