Polres Tojo Unauna menetapkan satu orang pendamping desa sebagai tersangka dalam kasus korupsi penyalahgunaan anggaran alokasi dana desa. (Foto: Saiful/ Metrosulawesi)

Touna, Metrosulawesi.id – Kepolisian Resor Tojo Unauna, akhirnya  menetapkan satu orang pendamping desa sebagai tersangka dalam kasus korupsi penyalahgunaan anggaran alokasi dana desa (ADD) sebesar Rp 113.303.500 di Kabupaten Touna, Senin  2 Desember 2019. Kasus penyalahgunaan dana desa ini terjadi di Desa Longge dan Desa Tete A, Kecamatan Ampana Tete, tahun anggaran 2018.

Kapolres Touna AKBP Alfred Ramses Seinipar mengatakan, penetapan satu tersangka atas nama Rocky Djopau dilakukan setelah dilakukan penyidikan dan penyelidikan secara marathon. 

Adapun modus yang dilakukan tersangka adalah menggunakan dana ADD dari Desa Longge dan Tete A. Kronologisnya, bendahara Desa Longge dan Bendahara Desa Tete A yang tidak menyetorkan secara langsung pajak PPhdan PPn dalam pengelolaan dana desa dan alokasi dana desa tahun anggaran 2018 ke kas negara.

“Kedua bendahara dari dua desa tersebut menyerahkan uang untuk pembayaran pajak tersebut kepada Rocky selaku pendamping desa. Namun Rocky tidak menyetorkan uang tersebut ke kas negara tapi menggunakannya untuk kepentingannya sendiri,” kata AKBP Alfred.

Dari keterangan beberapa saksi dikumpulkan barang bukti enam lembar kwitansi penyerahan uang dari bendahara desa kepada tersangka. Atas perbuatannya, tersangka dijerat pasal 2 ayat (1), pasal 3 dan pasal 8 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 yang telah dirubah dan ditambahkan dengan Undang-Undang Nomor 20, tahun 2001 tentang  Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, Jo pasal  64  KUH Pidana.

Reporter: Saiful
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas