Home Ekonomi

BI: Sulteng Butuh Uang, Bukan Barang

244
Ilustrasi uang. (Foto: Ist)
  • Dukung Recovery Ekonomi

Palu, Metrosulawesi.id – Dalam upaya mendukung proses percepatan perekonomian di wilayah terdampak bencana Sulawesi Tengah, Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulteng menyebutkan, daerah membutuhkan fresh money masuk untuk mengoptimalkan transaksi lintas sektor sebagai perwujudan perputaran uang masyarakat.

Hal itu dikatakan Kepala BI Sulteng, Moh Abdul Majid Ikram belum lama ini. Menurutnya, ketika bantuan datang berupa barang, maka produk yang dihasilkan, pasokan domestik lintas sektor tidak dapat berputar dengan masif berimplikasi terhadap melambatnya pertumbuhan ekonomi.

“Proses recovery ekonomi di Sulteng ini membutuhkan uang, bukan barang. Karena ketika yang masuk barang disini, rakyat disini tidak akan menerima multiplayer effect seperti transaksi lintas sektor yang menjadi perputaran uang daerah, perekonomian UMKM tidak akan banyak bergerak. Tapi kalau datang adalah uang, kita bisa bangun dengan menggunakan sumber daya, material di Sulteng,” katanya.

Hal positif lain, kata dia, masuknya dana menjadi peluang besar peningkatan transaksi untuk Industri Jasa Keuangan (IJK) menghimpun dana dan menyalurkan kepada masyarakat.

“Itu juga menjadi peluang untuk perbankan untuk bisa mendukung penyaluran. Lainnya adalah karena terus terang saja, pertumbuhan kredit kita masih sangat rendah dan menjadi tantangan untuk kita. Kita mengimbau untuk itu,” ungkap Moh Abdul Majdi Ikram.

Ia juga meminta IJK untuk menggenjot sektor digital mengakomodasi revolusi industry 4.0 dan mengedukasi masyarakat tentang berbagai transaksi serba digital.

“Dengan berkembangnya ekonomi digital, termasuk fintech, kami juga mengharapkan untuk perbankan, Industri Jasa Keuangan (IJK) melek terhadap itu,” tutupnya.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Pataruddin

Ayo tulis komentar cerdas