DPRD Parimo melakukan hearing antara pihak yang mengaku sebagai pemilik lahan SD Negeri Mepanga dengan pihak Disdikbud Parimo. (Foto: Zulfikar/ Metrosulawesi)

Parimo, Metrosulawesi.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) melalui Lintas Komisi DPRD Parimo, melakukan hearing terkait lokasi SD Negeri Mepanga. DPRD Parimo melakukan hearing itu, karena hingga saat ini belum ada titik terang terkait lahan SD Negeri Mepanga.

Hal itu di ungkapkan Fery Budi Utomo selaku ketua Komisi IV DPRD Parimo saat mengherieng Ahli Waris dan Pihak Sekolah serta Disdikbud Parimo, Jumat 29 November 2019 di ruang rapat DPRD Parimo.

Lanjut Fery, dengan tidak adanya penyelesaian antara pihak yang mengaku sebagai pemilik lahan dan pihak pemerintah dalam hal ini Disdikbud Parimo. Maka DPRD Parimo mengeluarkan rekomendasi yakni proses belajar mengajar tetap berlanjut dan pembangunannya, serta proses hukum atas tuntutan ahli waris tetap berjalan.

“Karena seperti kita ketahui bersama bahwa pihak Disdikbud Parimo memiliki bukti-bukti surat soal kepemilikan lokasi itu, sedangkan pihak ahli waris tidak memiliki bukti,”terang Fery.

Sementara itu Sutoyo yang juga ketua Fraksi Nasdem DPRD Parimo mengatakan, agar pihak pengugugat tidak menghambat proses belajar mengajar dan proses pembangunan tetap berlanjut. Karena, sarana pendidikan telah diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 yakni mencerdaskan kehidupan bangsa. 

“Sehingga jika pihak penggugat mempersoalkan lokasi pembangunan sarana pendidikan tersebut, maka tempuh jalur hukum yang ada tanpa mempengaruhi kegiatan belajar mengajar. Karena kami sebagai Wakil Rakyat menginginkan proses belajar mengajar di SDN Mepanga tidak terhalang, seperti tertuang dalam UUD 1945  bahwa upaya negara dalam mencerdaskan kehidupan bangsa,” jelas Sutoyo.

Menurut Oyong sapaan akrabnya, jika pembuktian kepemilikan lahan yang menjadi permasalahan di sekolah itu, maka jalur hukumlah yang dapat memutuskan.

“Untuk itu, selama proses hukumnya berjalan maka tidak ada proses hadang menghadang di lokasi SDN Mepanga,” pungkasnya.

Pantauan Metrosulawesi, hearing antara ahli waris dan pihak Disdikbud Parimo, berjalan aman. Sehingga dalam hearing tersebut pihak DPRD Parimo mengeluarkan dua rekomendasi yakni Proses belajar dan Pembangunan tetap berlanjut, dan yang kedua Proses hukum tetap berjalan.

Reporter: Zulfikar
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas