Home Palu

TNI AD Tidak Pangkas Dana Stimulan Penyintas

460
Personel TNI AD yang tergabung dalam Satgas Huntap, bersama mayarakat membangun rumah bagi poenyitas di Kota Palu, Kabupaten Donggala, Sigi. (Foto: Ist)
  • Kabiro Keuangan BNPB RI  Kunjungi Posko Satgas Huntap TNI AD

Palu, Metrosulawesi.id – Progres kinerja  Satuan Tugas (Satgas) Hunian Tetap (Huntap) TNI AD dalam percepatan pembangunan rehab  rekon di Kota Palu, Kabupaten Donggala dan Sigi, mendapat apresiasi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Republik Indonesia. Kepala Biro Keuangan BNPP RI, Taviv Joko Prahoro, baru-baru ini menyempatkan diri mendatangi posko dan melihat langsung pengerjaan rumah warga berdampak bencana yang melanda Kota Palu, Kabupaten Donggala dan Sigi.

Usai meninjau posko Satgas Huntap TNI AD dan pengerjaan rumah oleh personel TNI AD, Kepala Biro Keuangan BNPP RI, Taviv  Joko Prahoho kepada sejumlah awak media, menyampaikan terimakasih dan apresiasi terhadap kinerja satgas pada tahap rehab rekon.

“Masyarakat merasa terbantukan dengan keterlibatan TNI dalam proses rehab rekon ini, sudah barang tentu kita (BNPB) turut mengapresiasi kinerja Satgas pada percepatan pembangunan dan perbaikan rumah warga melalui dana stimulan,” kata Taviv.

Dikatakan Taviv,  keterlibatan TNI melalui Satgas percepatan Huntap, didasarkan pada evaluasi kurangnya tenaga yang terlibat dalam pembangunan ribuan rumah insitu warga. Tenaga TNI katanya diperbantukan bukan hanya sebagai fasilitator tetapi terlibat dengan tenaga membantu pembagunan rumah warga.

Kabiro Keuangan BNPB RI, Taviv Joko Prahoro, mendengarkan penjelasan tentang progres Satgas Huntap TNI AD. (Foto: Ist)

“Seperti pengalaman di daerah lain,  kehadiran tenaga TNI dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin sehingga rumah warga bisa segera ditempati kembali,” tutur Taviv, saat membeikan keterangan didampingi Kasrem 132 Tadulako, Letkol Inf Sampang Sihotang dan LO BNPB RI, Kolonel Kav. Arif.

Ditegaskan Taviv,  keberadaan Satgas Percepatan Huntap TNI tidak mengurangi atau memangkas dana stimulan yang diberikan kepada para penyintas.  Rencananya dalam waktu dekat ini pemenuhan terhadap 1.000 tenaga TNI dalam Satgas akan segera ditambah. Pasalnya sampai saat ini tim Satgas yang telah disebar baru berjumlah 250 personil, sehingganya dengan penambahan tenaga itu progres pembangunan dan perbaikan rumah penyintas akan lebih cepat lagi.

“Saya pastikan tidak ada pengurangan atau pemotongan dana stimulan penyintas dalam pembangunan dan perbaikan rumah mereka, keberadaan TNI murni membantu percepatan sehingga sesuai harapan dan arahan presiden sebelum lebaran nanti warga sudah bisa kembali menempati rumah mereka,” tegas Taviv.

Taviv berpesan,  agar warga tidak memilih-milih, dan manfaatkan sebaik – baiknya tenaga TNI yang membantu di lapangan. Sebab,  Satgas juga memiliki keterbatasan waktu,  dan dana stimulan  hanya pemicu dan pendorong, memberikan bantuan dasar yang nantikan masyarakat yang akan melanjutkan selebihnya. (* )

Reporter: Djunaedi

Ayo tulis komentar cerdas