Ambotuwo. (Foto: Metrosulawesi/ Moh Fadel)

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu, Ambotuwo, mengaku, belum bisa menentukan apakah seluruh SMP berstatus Negeri menyelenggarakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) Tahun 2020. Sebab rapat finalisasi penentuan itu akan dilaksanakan sesudah ujian semester pada Desember mendatang.

“Di tahun lalu masih ada lima SMP negeri belum menyelenggarakan UNBK, lima sekolah itu SMPN 10 Palu, SMPN 18 Palu, SMPN 16 Palu, SMPN 3 Palu, serta salah satu SMPN, yang jelas kelima SMPN ini belum bisa kami pastikan apakah menggelar UNBK atau tidak, sebab anggaran untuk pengadaan komputer tahun depan dialihkan ke Pilkada,” jelas Ambotuwo di Palu, Senin, 25 November 2019.

Namun, kata Ambotuwo, Disdikbud Palu tetap mengupayakan seluruh SMPN menyelenggarakan UNBK. Olehnya itu beberapa komputer lebih di beberapa sekolah akan dipinjamkan ke sekolah yang belum bisa melaksanakan UNBK.

“Tetapi dari pengamatan saya, kemungkinan dua SMP negeri belum bisa laksanakan UNBK, yakni SMPN 18 dan SMPN 16 Palu. Tetapi penentuannya nanti pada Desember pada saat rapat finalisasi UNBK, ” ungkapnya.

Kata Ambotuwo, memang target atau keinginan Disdikbud Palu seluruh SMPN di Kota Palu menggelar UNBK, tetapi karena tahun depan juga akan dilaksanakan Pilkada, sehingga Pemerintah Kota Palu konsentrasi pada pemenuhan anggaran Pilkada.

“Maka dari itu anggaran kita di pending untuk pengadaan sarana komputer, tetapi kami tetap usahakan komputer dengan menggunakan sistem pinjam pakai bagi sekolah-sekolah yang mempunyai komputer lebih, ” ujarnya.

Ambotuwo mengungkapkan, jumlah SMPN di Palu sebanyak 24, dan kemungkinan besar masih sekitar 22 SMP negeri yang akan melaksanakan UNBK.

“Terkait persiapan sekolah dalam menghadapi UNBK, alhamdulillah sudah berjalan baik, pihak sekolah mulai melakukan simulasi, merapikan ruangan laboratorium sekolah. Bahkan persiapan latihan-latihan soal melalui komputer telah mereka lakukan, ” ujarnya.

Pada prinsipnya, kata Ambotuwo, Ujian Nasional (UN) itu bukan prasyarat atau penentu kelulusan, yang diutamakan adalah pendidikan karakter, perilaku dan akhlak.

“Walaupun nilainya tinggi di UN, namun jika perilaku atau karakternya kurang baik tentunya bukan menjadi penentu kelulusan,” katanya.

Reporter: Moh Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas