Anggota DPD RI perwakilan Sulawesi Tengah, Muhammad J Wartanone, saat menggelar sosialisasi empat pilar kebangsaan di Kota Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu 23 November 2019. (Foto: Fikri Alihana/ Metrosulawesi)

Palu,  Metrosulawesi.id –  Anggota DPD RI perwakilan  Sulawesi Tengah, Dr. Muhammad J. Wartabone, SH, MHi,  menggelar sosialisasi empat  pilar kebangsaan yang mencakup Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, Sabtu (23/11/2019) pagi.

Kegiatan sosialisasi diselenggarakan di  halaman SMP dan SMK Islamic Center Pusat Palu, kompleks Panti Asuhan Al-Ahqaaf, Jalan Anoa 1 No. 63 B, Kelurahan Tatura Utara, Kecamatan Palu Selatan. Kota Palu.

“Nilai-nilai kebangsaan adalah nilai yang melekat pada diri setiap warga negara atau norma kebaikan yang terkandung dan menjadi ciri kepribadian bangsa Indonesia. Nilai-nilai itu bersumber dari Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhineka Tunggal Ika yang dicerminkan dari sikap dan perilaku setiap warga negara,” jelas, Muhammad  Wartabone.  

Sebenarnya, kata Muhammad Watabone,   ada rahasia dibalik keberadaan dan perbedaan masyarakat yang tinggal di Indonesia. Beberapa hal yang dapat menjadi pertimbangan keselarasan Pancasila dengan ajaran Islam.

Pertama,  Pancasila bukan agama dan tidak bisa menggantikan agama. Kedua, Pancasila bisa menjadi wahana implementasi syariat Islam, dan yang terakhir(ketiga), Pancasila dirumuskan oleh tokoh bangsa  yang mayoritas Agama Islam,  

Agar supaya hidup bisa rukun, Muhammad, Wartabone, menyebutkan sebagian orang ingin mencoba menanamkan ideologi Pacasila. Namun, tidak diberikan pemahaman dan penguatan tentang agama otomatis itu tidak akan mungkin bisa dilakukan. Maka begitu juga Pancasila yang merupakan sumber dari agama.

“Contohnya,  Ketuhanan Yang Maha Esa.  Sila pertama Pancasil;a itu,  bersumber dari surat Al-Ikhlas (Qul Huwallahu Ahad). Artinya (Dialah Allah Yang Ahad).  Sila ini bermakna bahwa bangsa dan warga negara Indonesia diberikan kebebasan untuk memilih kepercayaan yang diakui oleh Negara. Al-Qur’an dalam beberapa ayatnya menyebutkan dan selalu mengajarkan kepada umat untuk selalu mengesahkan Tuhan,” sebutnya.

Menurutnya, prinsip beragama harus dipegang teguh dengan pengikat adalah Pancasila.  Inilah yang merekatkan warga Negara Indonesia dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas hingga Pulau Rote. Ia mengungkapkan manusia hidup bernegara tentu harus taat dengan asas-asas kenegaraan.

“Saya begitu menjabat sebagai anggota DPD RI sangat merasakan bahwa ternyata nilai-nilai kepancasilaan ini menyambungkan perbedaan antara kita semua di Indonesia. Walaupun, suku, agama, dan warna kulit berbeda, tapi kita tetap satu dalam naungan NKRI,” ungkap Muhammad Wartabone.

Selain dihadiri para tokoh masyarakat setempat, berbagai ormas, tokoh agama, pemuda hingga lembaga adat. Pada kesempatan itu, hadir pula Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Hj. Nilam Sari Lawira, SP. MP yang juga memberikan sedikit sambutan  di acara sosialisasi tersebut. (*)

Reporter: Fikri Alihana

Ayo tulis komentar cerdas