Prajurit Yonif 711/Rks latihan menembak jitu di areal wisata Tugu Perdamaian ‘Nosarara Nosabatutu” (Gong Perdamaian), Palu, Sulawesi Tengah. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.id – Areal wisata Tugu Perdamaian ‘Nosarara Nosabatutu’ (Gong Perdamaian), menjadi lokasi latihan para penembak jitu (sniper) prajurit  Yonif 711/Rks. Latihan yang dipimpin langsung Danyonif 711/Rks Letkol Inf. Fanny Pantouw, M.Tr.Han.,M.I.Pol. sejumlah prajurit TNI AD. Menggunakan senjata jenis SPR 2 12,7 MM buatan dan Getmi 7,62 MM.

Latihan menembak Sniper atau dalam bahasa militer Indonesia dikenal dengan istilah penembak runduk, adalah seorang prajurit Infanteri yang secara khusus terlatih dan memiliki kemampuan untuk membunuh secara tersembunyi dari  jarak yang jauh.

‘’Latihan kali ini, tujuannya mengasah  kemampuan menembak prajurit, Yonif 711/Rks. Pada pelaksanaan latihan,  telah direncanakan sedemikian rupa sehingga sasaran latihan  dapat meningkatkan kemampuan penembak-penembak runduk,’’ jelas Danyonif  711/Rks, Fanny Pantaouw, kepada Metrosulawesi,.id.

Danyonif 711/Rks, Letkol Inf. Fanny Pantouw, M.Tr.Han.,M.I.Pol, memperlihatkan jenis senjata yang digunakan prajurit TNI AD pada latihan menembak jitu. (Foto: Ist)

Lebih jauh Fanny Pantouw menuturkan, kecanggihan alutsista yang dimiliki prajurit TNI AD,  harus diimbangi dengan kemampuan prajurit yang mengawakinya atau sering kita sebut the Man behind the gun sehingga menjadikan prajurit yang profesional.

‘’Latihan ini sebagai latihan tambahan yang dihadapkan dengan medan menembak dari ketinggian ke arah sasaran lembah. Olehnya itu, areal wisata Gong Perdamaian sangat pas, para prajurit pilihan melakukan latihan menembak runduk,’’ urai Fanny Pantaouw.

Aksi prajurit Yonif 711/Rks latihan menembak runduk/sniper, menarik perhatian masyarakat yang mendatangi areal wisata Nosarara Nosabatutu. (*)

Reporter: Djunaedi

Ayo tulis komentar cerdas