Home Nasional

Prof Zainal: Itu Keliru dan Tak Sesuai Logika

260
Prof. Zainal Abidin. (Foto: Dok Metrosulawesi)
  • Orang yang Banding-bandingkan Nabi dan Soekarno

Palu, Metrosulawesi.id – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Palu, Prof. Dr. Zainal Abidin, mengungkapkan, pernyataan Sukmawati Soekarnoputri yang membandingkan Nabi Muhammad SAW, dengan Soekarno yang merupakan manusia biasa itu, sangat keliru dan tidak sesuai logika. Sebab nabi Muhammad SAW itu adalah sayyidul anbiya yang artinya tokoh, bapak, dan pemimpin dari para nabi.

“Jadi jika Sukmawati berbicara seperti itu menunjukkan bahwa dirinya tidak mampu berlogika dengan baik. Memang presiden pertama Indonesia Soekarno itu memang orang baik, tetapi kita tidak boleh membanding-badingkan dengan Nabi Muhammad SAW,” kata Prof. Zainal, kepada Metro Sulawesi melalui ponselnya, Selasa, 19 November 2019.

“Sama saja membandingkan batu intan permata dengan batu pondasi, ini sama-sama batu tetapi batu permata dan batu pondasi berapa harganya. Jika batu intan permata seperti biji kacang hijau saja sudah puluhan juta harga, sementara batu pondasi satu truk harganya Rp150 ribu, tentunya ini bukan bandingan,” ujarnya.

Untuk itu menurut Zainal, banding-bandingan Sukmawati Soekarnoputri di salah satu acara itu sangat salah ataupun keliru, sebab membandingkan tokoh yang tidak bisa dibandingkan.

“Apalagi membandingkan Alquran dan Pancasila ini justru sangat salah, sebab Alquran ini kalam Tuhan, sedangkan Pancasila itu buatan manusia. Bagaimana bisa orang membandingkan buatan manusia dengan buatan Tuhan,” imbuhnya.

Kata Zainal, Alquran ini menurut ajaran Islam adalah kalamullah, yang umat Islam gunakan dalam rangka hidup beragama. Sementara Pancasila digunakan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Ketika kita berbeda agama di negara ini, maka kita pakai di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara itulah Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bineka Tunggal Ika, tetapi jika dalam kehidupan bergama khususnya umat Islam tentunya menggunakan Alquran,” katanya.

Olehnya itu kata Zainal, tidak bisa itu membandingkan Alquran dan Pancasila, sebab itu bukan bandingannya.

“Ini juga biasa digunakan oleh kelompok-kelompok yang garis keras. Mereka biasa mengatakan mana lebih baik Alquran atau Pancasila, sudah pasti jawabannya Alquran. Lalu mereka akan mengatakan tinggalkan Pancasila, kita gunakan Alquran. Ini tidak betul cara berpikir seperti itu,” ungkapnya.

“Yang betul itu adalah letakkan sesuatu pada tempatnya. Alquran itu ada tempatnya. Begitupan Pancasila juga ada tempatnya. Dalam berkehidupan beriman dan beribadah kepada Allah, maka kita mengunakan Alquran sebagai pedoman. Sementara dalam berkehidupan berbangsa dan bernegara kita menggunakan Pancasila. Sehingga semua agama harus kembali kepada Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” jelasnya.

Zainal mengajak, kepada masyarakat agar tidak usah menanggapi secara berlebihan, karena apa yang disampaikan oleh Sukmawati Soekarnoputri adalah hal yang tidak tepat. Dan bagaimanapun orang menghina nabi Muhammad mereka tetap orang mulia.

“Sebab Muhammad SAW itu tetap Nabi dan Rasul dan beliau tetap kekasih Allah, dan beliau juga tetap dijamin oleh Allah, serta beliau memiliki akhlak yang mulia, sejuta orang mencaci maki beliau tidak akan memengaruhi kemulian dan kebesaran Nabi Muhammad SAW,” katanya.

Reporter: Moh Fadel
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas