Home Sulteng

Taman Budaya Lestarikan Seni Berbasis Religi

265
Pemukulan rebana menandai dimulainya pertunjukan seni tradisi berbasis religi yang digelar UPT Taman Budaya dan Museum Sulteng, Jumat malam (15/11). (Foto: Syahril Hantono/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Tidak hanya seni pada umumnya, seni berbasis religi juga menjadi perhatian UPT Taman Budaya dan Museum Sulteng. Belum lama ini (15/11), UPT Taman Budaya dan Museum Sulteng menggelar pertunjukan seni tradisi berbasis religi. 

Kegiatan itu digelar sebagai upaya melestarikan seni berbasis religi di Sulteng. Ada tiga kelompok seni religi yang tampil dalam pertunjukan itu. Yakni Hadrah Majelis Taklim Syamsu Sumus Kelurahan Tavanjuka pimpinan Al Habaib Ahmada Alidrus dan Al Habaib Bad Rahman Bin Aljufri, Sanggar Seni Mahardika pimpinan Agus Suryaningpra, dan Samrah Risma Al Mubaraq, Kelurahan Tipo. Selain itu ada pembacaan puisi oleh seniman Eman Saja. 

Kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala UPT Taman Budaya dan Museum Sulteng, Hj Sri Ramlahsari mewakili kepala Dinas Dikbud Sulteng.

”Seni berbasis religi dibawa oleh para pendakwa dalam mengembangkan agama Islam. Pertunjukan seni tradisi berbasis religi sebagai upaya pelestarian kekayaan budaya di Sulawesi Tengah, yang sangat berkaitan dengan pemajuan budaya yang menjadi program pemerintah,” kata Sri Ramlahsari. 

Pertunjukan seni tradisi berbasis religi dirangkaikan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad. Di sesi inj diisi dengan ceramah agama yang disampaikan Sagir Mohammad Amin.  Dalam ceramahnya dia berpesan tentang pentingnya pendidikan agama bagi siswa. Dia juga berpesan agar siswa diajari tentang pentingnya toleransi serta menjauhkan kalangan pelajar dari ajaran intoleran dan radikalisme.

Reporter: Syahril Hantono

Ayo tulis komentar cerdas