STIKER PKH - Tampak pemasangan stiker penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH). Untuk Sulawesi Tengah, hal serupa tidak akan dilakukan. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.id – Sejumlah daerah saat ini memasangi stiker/sablon bertuliskan keluarga miskin di rumah-rumah warga penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH). Pemasangan tanda stiker/sablon bertujuan untuk memastikan program ini tepat sasaran dan meminimalisasi warga yang mengaku-ngaku miskin untuk mendapatkan PKH.

Disamping itu, agar masyarakat luas tahu siapa saja penerima bantuan PKH di lingkungan masing-masing. Namun untuk Sulawesi Tengah, Kepala Dinas Sosial Provinsi Sulteng, H. Ridwan Mumu, mengungkapkan tak akan melakukan hal serupa. Itu karena bantuan PKH di daerah ini dinilai telah tepat sasaran.

“Ini terkait etika juga makanya kita tidak pasang stiker begitu. Selain itu, untuk Sulteng tidak ada gejolak soal penerima bantuan PKH,” ungkap Ridwan kepada Metrosulawesi di Palu, Rabu, 13 November 2019.

Ridwan menerangkan dengan tidak adanya persoalan penerima PKH maka pemasangan stiker dianggap belum perlu. PKH sendiri merupakan program pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial (Kemensos) sebagai upaya membantu keluarga-keluarga miskin untuk mewujudkan harapan diantaranya untuk bersekolah.

Diyakini penerima PKH di Sulteng telah sesuai persyaratan yakni keluarga yang berada dibawah garis kemiskinan. Tahun ini, Kemensos menaikkan bantuan keluarga penerima manfaat PKH mencapai Rp34 triliun atau naik sebesar Rp15 triliun dari tahun 2018 yang hanya Rp19 triliun secara nasional.

Pada 2018, jumlah bantuan PKH dengan sistem flat dimana semua penerima PKH mendapatkan bantuan dengan jumlah yang sama besar yaitu Rp1,89 juta per tahun. Sementara pada 2019, indeks PKH terdiri dari bantuan tetap setiap keluarga untuk PKH reguler sebesar Rp550 ribu  sedangkan PKH akses senilai Rp1 juta yang diberikan hanya pada tahap pertama.

Nominal bantuan PKH diberikan sesuai dengan komponen dalam masing-masing kepala keluarga (KK). Rinciannya untuk ibu hamil Rp2,4 juta, anak usia dini Rp2,4 juta, SD Rp900 ribu, SMP Rp1,5 juta, SMA Rp2 juta, penyandang disabilitas Rp2,4 juta dan lanjut usia Rp2,4 juta. Rincian nominal tersebut untuk jangka pertahun yang sistem pencairan dilakukan per triwulan melalui transfer bank langsung ke rekening penerima.

Khusus untuk Kota Palu, tercatat penerima PKH mencapai 8.945 KK yang tersebar di berbagai kelurahan. Pemanfaatan bantuan ini dipantau oleh pendamping PKH yang telah dilatih oleh Kemensos melalui perpanjangan Dinsos provinsi dan kabupaten/kota.

“Dana PKH tidak melalui Dinsos karena langsung ke rekening penerima, tapi kalau honor pendamping baru melalui Dinsos,” tandas Ridwan.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas