Home Palu

Himater Untad Seminar Pemberdayaan Pemuda Milenial

434
PEMBUKAAN - Dekan Fapetkan Untad, Prof. Ir. Burhanuddin Sundu saat membuka seminar nasional Himater di IT Center Universitas Tadulako, Rabu, 13 November. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.id – Himpunan Mahasiswa Peternakan (Himater) Fakultas Peternakan dan Perikanan (Fapetkan) Universitas Tadulako (Untad) merayakan hari jadi ke-30, Rabu, 13 November 2019. Merayakan hari jadinya, Himater menggelar sejumlah kegiatan yaitu seminar nasional, talk show, lifestock expo dan gala dinner.

Khusus seminar nasional, Himater mengusung tema pemberdayaan pemuda milenial dalam kemajuan ketahanan pangan di era revolusi industri 4.0. Dalam seminar itu, dihadirkan narasumber dari kalangan akademisi dan pemerintah yang dibuka oleh Dekan Fapetkan Untad, Prof. Ir. Burhanuddin Sundu mewakili Rektor Untad di IT Center Universitas Tadulako, Rabu, 13 November.

Ketua Panitia, Moh Firli Borahima, menerangkan seminar bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada generasi milenial, khususnya mahasiswa Fapetkan terkait kemajuan ketahanan pangan dalam sektor peternakan di era revolusi industri 4.0.

“Kami berharap melalui seminar bisa berkontribusi besar bagi kemajuan pola pikir masyarakat dan mahasiswa yang ada di Universitas Tadulako,” ucap Firli.

Hal senada disampaikan Ketua Umum Himater Fapetkan Untad, Ansaril, yang berharap lewat seminar nasional bisa mendorong kontribusi pemuda untuk berperan menjaga ketahanan pangan nasional, khususnya di Sulawesi Tengah.

Sementara Dekan Fapetkan Untad, Prof Burhanuddin menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan seminar nasional yang secara khusus membahas peran pemuda generasi milenial dalam menjaga ketahanan pangan. Itu karena saat ini sejumlah pangan yang dibutuhkan masyarakat masih diimpor.

“Saya kira kita semua berharap kepada generasi milenial agar kepeduliannya terhadap ketahanan pangan yang tentunya berkualitas,” ujar Prof Burhanuddin.

Prof Burhanuddin berpesan kepada pemuda generasi milenial agar menguasai IT industri untuk bersaing dalam era revolusi industri 4.0. Jika hal itu tidak bisa dilakukan, maka seorang pemuda akan tertinggal.

Kemajuan teknologi dalam era revolusi industri 4.0 tidak bisa dihindari oleh siapapun, khususnya para genarasi milenial. Saat ini, semua aktivitas sudah hampir bisa dilakukan dengan memanfaatkan kemajuan teknologi.

Tidak ada lagi waktu untuk berlengah bagi generasi milenial jika ingin bersaing secara global. Demikian pula pintu tawar-menawar untuk bersantai telah tertutup di era revolusi industri 4.0.

“Olehnya mewakili pimpinan fakultas dan universitas, saya ucapkan terimakasih kepada anak-anak ku yang telah menyelenggarakan seminar nasional ini,” tandas Prof Burhanuddin.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas