Home Ekonomi

BPR Palu Lokadana Utama Target DPK Rp1 Triliun di 2020

701
Direktur PT BPR Palu Lokadana Utama, Ali Bahadjai (kiri) didampingi Direktur Utama PT Modern Multiartha, Lieke Sofiar saat memberikan penjelasan kepada sejumlah wartawan. (Foto: Fikri Alihana/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Untuk lebih giat melakukan pelayanan kepada nasabah, PT Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Palu Lokadana Utama akan terus berupaya meningkatkan kualitas dalam hal menghimpun dana pihak ketiga (DPK) dari masyarakat. Tahun 2020 mendatang, BPR ini menargetkan DPK sebesar Rp 1 triliun.

Direktur PT BPR Palu Lokadana Utama, Ali Bahadjai menjelaskan dana pihak ketiga (DPK) yang telah dihimpun senilai Rp800 miliar. Sedangkan, pihaknya gencar memberikan himbauan kepada masyarakat terkait dengan Dana Pihak Ketiga (DPK).

“Dengan adanya kantor baru ini kami akan lebih mendekati ke literasi inklusi keuangan agar masyarakat diharapkan jangan menyimpan dana di rumah, tetapi harus di Bank khususnya di BPR Palu Lokadana Utama,” jelasnya usai peresmian kantor baru pusat BRP Palu Lokadana Utama, Selasa kemarin.

Lebih lanjut dia mengatakan terkait dengan penyaluran kredit setiap tahun mengalami pertumbuhan. Sementara itu, BPR Palu Lokadana Utama telah merealisasikan kredit sebesar Rp2 triliun di wilayah Sulawesi Tengah.

“Diharapkan pula dengan kondisi seperti ini ada peningkatan performa kredit dari tahun ke tahun, bahkan sampai Rp2,5 triliun. Ini akan terus kita kembangkan,” harapnya.

Ia menambahkan tingkat kepatuhan pengembalian kredit nasabah di BPR Palu Lokadana Utama relatif cukup baik karena berdasarkan nasabah konsumtif adalah ASN dan pensiunan yang memiliki sumber gaji tetap.

“NPL atau Non Performing Loan terbilang sangat jelas dibawa 1 persen. Begitu juga ke depan kami mendapat izin dari regulasi OJK untuk membuka kantor cabang di Gorontalo atau lintas daerah,” sebutnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Modern Multiartha, Lieke Sofiar mengatakan sejak berdiri pada tahun 1994, BPR Palu Lokadana Utama telah menjadi partner bagi pemerintah daerah Sulawesi Tengah, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, masyarakat, dan seluruh stakeholder dalam melakukan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK).

“Begitu pun dengan penyaluran kredit bagi masyarakat untuk peningkatan taraf hidup perekonomian di Sulteng. Kini dengan hadirnya kantor pusat baru, kami optimis untuk terus menjadi yang terbaik dalam memberikan solusi yang tepat bagi kebutuhan kredit masyarakat di Sulteng,” kata Lieke.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Pataruddin

Ayo tulis komentar cerdas