Home Palu

Pena Kebangsaan Diharap Perkuat Karakter Generasi Muda

283
GUNTING PITA - Kepala Subdirektorat Geografi Sejarah, Dirjen Kebudayaan, Kemendikbud RI, Agus Widiatmoko, saat mengunting pita sebagai simbol dimulainya gelaran pameran di halaman Pondok Pesantren Putera Al Khairaat Palu, Selasa, 12 November 2019. (Foto: Moh Fadel/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Direktorat Sejarah, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, bekerjasama dengan Pondok Pesantren Putera Al Khairaat Palu menggelar kegiatan Penguatan Nilai Kebangsaan (Pena Bangsa) di Pondok Pesantren Putera Al Khairaat Palu. Kegiatan itu dibuka oleh Kepala Subdirektorat Geografi Sejarah, Dirjen Kebudayaan, Kemendikbud RI, Agus Widiatmoko, di Gedung Al Muhsinin Alkhairaat Palu, Selasa, 12 November 2019.

Dalam sambutannya, Agus menggungkapkan, kegiatan Pena Bangsa ini merupakan upaya mengikat-ingatan bersama mengenai peran kebangsaan pesantren, termasuk di dalamnya peran besar Guru Tua (Sayyid Idrus Bin Salim Al-Jufri) dalam memberikan kontribusi dan warisan pesantren dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, dengan nilai-nilai toleransi yang sangat signifikan dalam mempersatukan kehidupan masyarakat.

“Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat karakter generasi muda yang menjadi salah satu amanat nawacita. Jika kita menengok kembali sejarah pesantren di Indonesia, kita akan menemukan visi kebangsaan yang dapat menjadi teladan dan inspirasi generasi muda dalam memajukan bangsa,” katanya.    

Menurutnya, pesantren telah memberikan kontribusi penting dalam pembentukan negara Indonesia sejak masa penjajahan, perjuangan kemerdekaan, proklamasi kemerdekaan, masa pascakemerdekaan sampai masa kontemporer.

“Kegiatan ini juga mengingatkan kita kepada Guru Tua, Sang Pencerah dalam dakwahnya, dan pemurnian tauhid.  Kontribusi Guru Tua dalam pembinaan umat demi kepentingan kaum muslimin, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat Palu telah dicurahkannya, sehingga didirikanlah lembaga pendidikan non formal yang menjadi tujuan utama dalam perjuangannya,” ungkapnya.

Kata dia, kegiatan itu digagas dengan kesadaran bahwa nilai-nilai kebangsaan, harus terus diperkuat untuk mengokohkan ikatan kebangsaan. Semangat kebangsaan yang bernafaskan oleh nilai dan tradisi pesantren, dapat menjadi modal dan model untuk menguatkan karakter kebangsaan bagi generasi penerus bangsa.

Pena Bangsa ini mengusung tema “Pesantren dan Nilai Kebangsaan: Merawat Ingatan Sejarah untuk Memperkokoh Keindonesiaan”  yang diikuti sekitar ratusan peserta dari santri, kiai, akademisi, komunitas, dan pemangku kepentingan. Selain itu juga dirangkaikan dengan kegiatan Halaqoh Kebangsaan, Lomba Esai Kebangsaan, Pameran Kesejarahan, dan Pojok Sejarah.

Sementara itu, Kepala SMP 2 Alkhairaat Palu, Sumitro Fahrun Nento, mengatakan, ada dua tema yang diangkat pada kegiatan pameran di Pondok Pesantren Putra Alkhairaat. Pertama, diangkat dari Direktorat Sejarah yakni tentang kebencanaan dan menyiadakan buku penting bersifat e-katalog, dan kedua menanamkan nilai kebangsaan.

“Kami menyatakan di Alkhairaat ini, bahwa kami siap menjaga NKRI, bersama Alkhairaat kami bangkit untuk menjalin persatuan dan jaga NKRI, itu moto yang kami sampaikan di pameran ini. Dengan adanya isu-isu radikalisme, itu juga yang kami tangkal di Pesantren, sehingga nilai kebangsaan di Alkhairaat tidak perlu diragukan,” ujarnya. Kegiatan itu dihadari oleh Pimpinan Pondok Pesantren Putra Alkhairaat Pusat, HS. Thalib Al-Djufrie, serta Sekretari Jendral (Sekjen) PB Alkhairaat, Ridwan Yajidjama.

Reporter: Moh Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas