Kadis Peridag Sulteng Richard Arnaldo menyerahkan alat tulis secara simbolis kepada perwakilan peserta pelatihan peningkatan kualitas tenun Sulawesi Tengah, Selasa 12 November 2019. (Foto: Syahril Hantono/ Metrosulawesi)

Palu Metrosulawesi.id – Kualitas produk kain tenun Donggala tetap menjadi fokus perhatian Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Sulteng. Bekerja sama dengan Dinas Perindag Sulteng, Dekranasda Sulteng melatih sejumlah IKM tenun Donggala agar bisa menghasilkan produk berkualitas.

Para pelaku IKM tenun Donggala mengikuti pelatihan peningkatan kualitas tenun Sulawesi Tengah, selama 4 hari yang dimulai kemarin, Selasa 12 November 2019.

Ketua Dekranasda Sulteng Hj Zalzulmida A Djanggola dalam amanat tertulisnya mengatakan, di era sekarang IKM tenun di Sulteng menghadapi tantangan yang tidak ringan. Bermunculnya produk kerajinan yang variatif mengancam eksistensi kain tenun lokal, termasuk kain tenun Donggala.

Padahal kain tenun Donggala merupakan salah satu warisan budaya Sulawesi Tengah yang sudah dikenal di level nasional bahkan internasinal. Tantangan bagi tenun lokal adalah corak warna kurang kurang variatif, warna masih luntur , serta ketersediaan bahan seperti benang dan pewarna.

‘’Karena itulah pelatihan ini terus digalakkan untuk meningkatkan kualitas produk kain tenun,’’ kata Kadis Perindag Sulteng Richard Arnaldo membacakan amanat  Ketua Dekranasda Sulteng Hj Zalzulmida A Djanggola.

Selain pelatihan, cara lain dilakukan Dekranasda Sulteng untuk meningkatkan keterampilan pelaku IK tenun adalah memagangkan pelaku IKM ke sentra kerajinan kain tenun di Jawa.

Kemudian untuk mempromosikan kain tenun Sulteng, Dekranasda membuat fashion show skala nasional bekerja sama dengan perancang nasional. Fashion show menampilkan busana tenun Donggala berkualitas terbaik, yang dirancang disainer Nita Hidayani. Zalzulmida berpesan kepada pelaku IKM untuk bersungguh-sungguh mengikuti pelatihan, dan menarapkan ilmu yang diperoleh sehingga menghasilkan kain tenun berkualitas.

Reporter: Syahril Hantono

Ayo tulis komentar cerdas