Home Palu

MUI Kota Palu Serukan Tangkal Paham Khilafah

225
SILATURAHMI - Tim Mabes Polri bersama Polda Sulteng saat melakukan silaturahmi dengan Ketua MUI Kota Palu, Prof. DR. Zainal Abidin di kediamannya, Sabtu siang, 9 November 2019. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.id – Tim Mabes Polri bersama Polda Sulteng melakukan silaturahmi dengan Ketua MUI Kota Palu, Prof. DR. Zainal Abidin di kediamannya, Sabtu siang, 9 November 2019. Pertemuan itu sebagai upaya Kepolisian dalam menangkal paham khilafah yang digawangi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), yang saat ini telah merambah beberapa kampus di Indonesia, tak terkecuali Sulawesi Tengah.

Prof. Zainal, mengatakan, kelompok HTI ada di Kota Palu.

“Kalau dikatakan banyak juga tidak terlalu, dan kalau dikatakan tidak ada, pada kenyataannya mereka ini ada. Untuk itu penyebaran paham Khilafah yang dilakukan oleh kelompok HTI tidak terlalu terlihat di masyarakat. Akan tetapi pergerakan mereka sudah secara massif,” kata Prof. Zainal yang juga selaku Ketua FKUB Sulteng ini.

Prof. Zainal mengungkapkan, saat ini MUI Kota Palu bersama FKUB memiliki program guna menangkal penyebaran paham HTI di Kota Palu, yaitu “Palu Subuh Berkah dan Palu Maghrib Berkah”.

“Saat ini program tersebut sudah masuk jilid IV. Pascabencana, MUI Kota Pallu saat ini hanya melaksanakan program tersebut “Palu Subuh Berkah”, yang dilakukan di 40 masjid di Kota Palu. Tujuan program ini memberikan pemahaman agama yang benar dan utuh kepada masyarakat,” ungkapnya.

Menurutnya, ada perbedaan dalam pemahaman agama masing-masing orang, karena itu, pemahaman agama yang benar dan utuh perlu diberikan kepada masyarakat.

“Problem selama ini pasca bencana alam, ikut masuknya beberapa aliran pemahaman agama melalui sukarelawan pemberi bantuan Palu. Orang-orang tersebut membawa bermacam-macam aliran tertentu, yang pemahaman tentang agama berbeda-beda,” katanya.

Selain itu, kata Prof. Zainal, FKUB Sulteng juga telah menjalin kerjasama melalui program, Muhibah Kerukunan.

“Program ini kegiatannya berupa mendatangi umat agama lain untuk turut serta dalam menjaga toleransi,” katanya.

Ke depan, kata dia, FKUB Sulteng akan bekerjasama dengan pihak Kepolisian, terutama Bidang Binmas, melakukan giat pembangunan tempat ibadah masing-masing agama di tiap desa.

“Program ini bertujuan untuk menjaga toleransi umat beragama tetap ada,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu, Tim Mabes Polri bersama Polda Sulteng juga menitipkan pesan kepada Prof. Zainal, yang beberapa waktu ke depan akan menjadi narasumber pada Workshop Pemetaan dan Penanganan Konflik Agama yang digelar Kemenag Sulteng, agar mengkampanyekan bahaya paham khilafah yang disebarkan HTI di tengah-tengah masyarakat pada giat tersebut. Tujuannya, agar masyarakat waspada terhadap orang-orang, maupun kelompok yang telah melakukan penyebaran paham tersebut, sehingga masyarakat imun dan tidak terpapar dengan paham Khilafah.

Prof. Zainal mengatakan, yang diajar dan disebarkan HTI selama ini sangat bertentangan dengan ajaran agama dan budaya di Indonesia.

“Membicarakan tentang khilafah, dimana khilafah itu selama ini bukan ditolak, namun tertolak di Indonesia, karena Indonesia sendiri di bangun atas hasil kesepakatan pendiri bangsa,” tegasnya.

MUI, kata dia, tidak melarang penyampaian atau penyebaran paham agama ke masyarakat, namun apabila paham tersebut bertentangan dengan ajaran agama, maka sebaiknya paham tersebut disampaikan kepada orang yang sepaham dengannya.

Pada kesempatan itu, Tim juga menyampaikan kepada Prof. Zainal, akan menggelar Diskusi Terbuka di Universitas Tadulako, sebagai upaya menangkal paham khilafah.

Salah satu anggota Tim mengungkapkan, saat ini penyebaran paham khilafah di kampus-kampus sudah sangat serius.

“Dan Prof. Zainal Abidin rencananya akan menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut,” ungkapnya.

Prof. Zainal pun menyambut baik dan mendukung giat tersebut.

Menurutnya, yang akan dilakukan Tim Kepolisian tersebut searah dengan program yang telah digencarkan MUI dalam menangkal penyebaran paham Khilafah.

“Karena penyebarannya sudah berkembang pesat, menyasar mahasiswa yang merupakan generasi penerus bangsa,” katanya.

Reporter: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas