Home Nasional

Teliti Likuifaksi, Pelajar SMAN 1 Palu Juara di OPSI

437
FOTO BERSAMA - Kepala SMAN 1 Palu saat foto bersama dengan sejumlah siswa yang meraih medali di tingkat nasional, belum lama ini. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.id – Tiga pelajar SMA Negeri 1 Palu meraih tiga medali di tingkat nasional, beberapa medali itu didapatkan pada ajang Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI), dengan meraih dua medali perak, dan satu medali perunggu berhasil direbut pada ajang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Olaraga Judo Antar Club.

Para pelajar yang berhasil meraih medali itu adalah, Ningsih Wulandari dan Vika Argarini. Keduanya menyabet medali perak di ajang OPSI tingkat Nasional. Hasil penelitian mereka tentang Likuifaksi yang terjadi di Petobo dan Balaroa mengantar keduanya mendapat juara. Sementara itu Diva Selma Karima berhasil meraih perunggu di kejuaran Judo antar Club tingkat Nasional.

Ningsih Wulandari dan Vika Argarini peraih medali perak merupakan siswa yang duduk di kelas XI IPA 3. Menurut Ningsih, hasil penelitian mereka banyak mengungkap berbagai alasan mengapa likuefaksi bisa terjadi di Petobo dan Balaroa. Apalagi penelitian mereka didukung dengan berbagai narasumber yang sangat terpercaya.

“Ternyata usaha dan kerja keras kami dalam membuat penelitian bisa mendapatkan hasil yang memuaskan, walaupun belum mampu meraih medali emas tetapi kami sudah bangga karena bisa meraih posisi kedua di seluruh Indonesia,” ujar Ningsih, Rabu, 6 November 2019.

Sementara itu, Vika Argarini mengatakan, berbagai fakta menarik yang didapatkannya saat melakukan penelitian ilmiah tentang terjadinya likuefaksi di Petobo dan Balaroa.

Menurutnya, di Petobo dan Balaroa dulunya daerah rawa atau daerah berair, hal itu dibuktikan dengan banyaknya tanaman yang biasanya hidup di daerah perairan yang terdapat di Petobo dan Balaroa. Makanya dengan terjadinya gempa kedua wilayah itu lebih rawan terjadi likuefaksi.

“Kami mendapatkan banyak pengetahuan tentang likuefaksi dari berbagai narasumber yang kami wawacarai. Selain itu kami juga mencari fakta dari berbagai narasumber seperti yang ada di Perpustakaan, sehingga penelitian yang kami buat bisa mendapatkan apresiasi dari panitia Opsi di tingkat nasional, dan akhirnya kami berhasil meraih medali Perak,” jelasnya.

Kedua pelajar SMAN 1 Palu ini, mengaku akan kembali melakukan penelitian tentang likuefaksi, sehingga dapat lebih menambah wawasan mereka terhadap bencana likuefaksi. “Kami bahkan berencana membuat satu buku penelitian yang bisa di publikasikan ke masyarakat umum,” ujarnya.

Sementara itu, Diva Selma Karima peraih medali perunggu pada ajang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Olahraga Judo Antar Club, menceritakan soal prestasi yang diraihnya. Dia mengaku, sudah lama mengeluti olahraga judo yang kurang lebih tiga tahun.

Walaupun masih belum terlalu lama digelutinya, tetapi Diva mampu meraih berbagai prestasi ditingkat nasional. Ini merupakan prestasi yang ketiga kalinnya dia raihnya selama mengikuti kejuaran judo ditingkat nasional.

“Olahraga judo ini, sebenarnya sebagai bekal saya nantinya ketika mendaftar Polisi, karena kita tau bahwa olahraga judo banyak dikembangkan oleh para Polisi dan Tentara. Makanya saya sudah memiliki banyak dasar olahraga judo. Apalagi saya sudah mendapatkan berbagai sertifikat tingkat nasional dibidang olah raga judo. Semoga ini bisa menjadi jembatan buat saya untuk lebih mudah mendaftar menjadi polisi,” jelasnya.

Diva juga berharap, agar kedepannya bisa lebih meningkatkan prestasi di bidang Judo, makanya saat ini masih terus mengikuti pelatihan secara maksimal.

Reporter: Moh Fadel
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas