Kadis Koperasi dan UKM Sulteng, Eda Nur Ely mengalungkan tanda peserta kepada perwakilan peserta pelatihan perkoperasian pol syariah, Senin, 4 November 2019. (Foto: Syahril Hantono/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Selain koperasi konvensional, Pemprov Sulteng juga berupaya menambah jumlah koperasi berbasis syariah. Untuk itu Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sulteng menggelar pelatihan perkoperasian pol syariah, Senin, 4 November 2019.

Pelatihan yang dibuka Kadis Koperasi dan UKM Sulteng, Eda Nur Ely diikuti 40 pengelola koperasi konvensional serta koperasi syariah di Sulteng. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam pengelolaan koperasi pola syariah.

Kadis Eda Nur Ely dalam sambutannya mengharapkan melalui pelatihan tersebut akan terbentuk koperasi syariah di daerah-daerah. Sehingga dapat menambah jumlah koperasi berbasis syariah di Sulteng.

Eda mengatakan jumlah koperasi syariah di Sulteng sangat sedikit. Katanya, jumlah koperasi syariah di Sulteng hanya 19 koperasi dan tersebar di beberapa kabupaten dan kota.

‘’Koperasi syariah di Sulawesi Tengah baru 19 koperasi, sangat sedikit disbanding jumlah koperasi yang ada. Beberapa kabupaten juga belum berdiri koperasi syariah,’’ katanya.

Karena itu, lanjut Eda Nur Ely, pihaknya menggelar pelatihan perkoperasian pola syariah. Dia berharap ke depan, para peserta pelatihan bisa membentuk koperasi syariah di daerah masing-masinng.

Eda menegaskan pelatihan itu sangat penting karena koperasi syariah harus dijalankan oleh orang yang mengerti ekonomi syariah.

‘’Sehingga pengelola bisa menjelaskan kepada masyarakat maupun anggota tentang keunggulan bertransaksi di koperasi syariah,’’ katanya.

‘’Sekarang ini perkembangan koperasi syariah semakin pesat dan semakin baik. Di tengah perkembangan masyarakat muslim yang mulai sadar dan membutuhkan pengelolaan syariah, menjadi lahan subur bagi koperasi syariah untuk tumbuh dan berkembang,’’ kata Eda Nur Ely.

Reporter: Syahril Hantono

Ayo tulis komentar cerdas